KNPI Ternate Soroti Kinerja Tenaga Medis dan Gugus Tugas

Editor: brindonews.com
RISNO WAHID
Insiden kaburnya sepuluh pasien positif virus corona dari tempat karantina mendapat sorotan dari DPD KNPI Kota Ternate. Organisasi kepemudaan ini menilai, kejadian ini menjadi cacatan penting bagi tenaga medis, terutama gugus tugas penangan covid-19.

Ketua KNPI Kota Ternate, Risno Wahid mengemukakan, kaburnya pasien positif tersebut tentu menyentil dan mengingatkan kinerja tenaga medis dan gugus tugas penangan covid-19 untuk lebih terbuka, termasuk menjamin hak-hak pasien covid-19.

Akses yang semakin terbatas, ditambah lagi informasi rekam medis bagi pasien terkonfirmasi positif yang kurang transparansi, tak sedikit pasien positif mengeluarkan keresahan.

“Riwayat pemeriksaan atau rekam medis bagi pasien di atur dalam Undang-undang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Setiap dokter atau dokter gigi dalam menjalankan praktik kedokteran wajib membuat rekam medis bagi pasienya,” kata Risno.

Menurutnya, hak pasein mengetahui rekam medis dipertegas dalam Pasal 12 ayat (4) Permenkes 269 tahun 2008. Pada pasal ini menekankan pasien, keluarga pasien, orang yang diberi kuasa oleh pasien atau keluarga pasien, serta rang yang mendapat persetujuan tertulis dari pasien atau keluarga pasien berhak mendapatkan ringkasan rekam medis atau resume medis.

“Tapi kenapa sampai sebulan lebih hak dari pasien tidak pernah didapatkan,” kata Noken, begitu Risno Wahid disapa, Kamis (14/5) malam dalam keterangan tertulisnya.

Alumnus Fakultas Hukum Unkhair Ternate ini menilai, tindakan yang tidak transpransi terhadap pasien positif ini melanggar hak asasi manusia. Noken khawtir, nanti akan timbul masalah hukum karena boleh jadi ada upaya-upaya hukum dilakukan pasien atau pihak keluarga, baik perdata ataupun pidana sebagaimana tertuang dalam Pasal 32 huruf (q) Undang-undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

“Berharap para pihak yang menangani pasien yang terpapar covid-19 harus terbuka dengan data yang ada, sehingga tidak memicu kegaduhan seperti yang terjadi di Hotel Sahid Bella Ternate,” ucapnya. (brn)

Share:
Komentar

Berita Terkini