Bertambah Lagi Dua, Warga Ternate Positif Corona Sudah 53 Orang

Editor: brindonews.com
dr. Alwia Assagaf
TERNATE, BRN - Warga Kota Ternate yang dinyatakan positif terjangkit coronavirus disease atau covid-19 kembali bertambah. Dua orang yang baru dinyatakan terinfeksi berasal dari Kecamatan Ternate Tengah dan Ternate Selatan.

Juru Bicara Covid-19 Maluku Utara, dr. Alwia Assagaf menyebutkan, dua kasus baru tersebut di peroleh dari hasil Tes Cepat Molekuler (TCM) Rumah Sakit Umum Daerah Chasan BosoireTernate. Kedua orang ini berikutnya diklasifikasi sebagai kasus 94 dan 95.

“Dari 7 spesimen yang diperiksa, 2 orang dari Kota Ternate terkonfirmasi positif covid-19,” kata Alwia, Selasa (19/5) sore.

Kasus 94 adalah laki-laki berusia 65 tahun. Pasien insial UH ini berasal dari Kelurahan Salahuddin, Ternate Tengah. Sedangkan kasus 95, merupakan warga Kelurahan Jati, Ternate Selatan dengan status ODP. Pasien 95 tertular dari pasien 88, dari Kelurahan Jati (diduga transmisi lokal).

“Pasien 95 adalah perempuan berusia 66 tahun, insial AHB. AHB terinfeksi dari ibu pasien 88,” katanya.

OTG Bertambah 61 Orang

Notifikasi perkembangan covid-19 di Maluku Utara. Kota Ternate masih menjadi kota dengan angka positif terbanyak yaitu 53 kasus/orang. Dari jumlah ini 6 orang dinyatakan sembuh, dan 1 orang meninggal dunia. Kota Tidore Kepulauan menjadi kota dengan angka positif terbanyak kedua. Disusul Halmahera Utara dan Pulau Morotai dengan masing-masing 8 dan 7 kasus positif terkonfirmasi.
Gugus tugas mencatat sebanyak 1.507 orang terdata dalam orang tanpa gejala atau OTG secara kumulatif per Selasa 19 Mei 2020, pukul 16.00 WIT sore. Jumlah ini sebanyak 535 selasai pemantauan dan 972 proses pemantauan.

Alwia mengemukakan, perubahan data jumlah OTG dalam pemantauan itu karena ada penambahan 61 orang dari data sebelumnya yang hanya 911. Pemicu bertambahnya OTG diduga ada tracking kontak dengan pasien terkonfirmasi positif. “Tambahan 61 OTG tersebut berasal dari Halmaherah Tengah dan Kab Halamhera Utara,” sebutnya.

“Sedangkan ODP sebanyak 113 kasus. Jumlah ini berkurang 2 orang, masing-masing  dari Halmahera Selatan dan Tidore Kepulauan. Untuk PDP masih sama, yaitu 16 orang,” Alwia menambahkan. (han/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini