|

Tindaklanjut Edaran Kementerian, Pemprov Malut Surati Bupat/Wali Kota

Edaran 


SOFIFI,BRN - Menindaklanjuti surat edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : SE:/MENLHK/PSLB3/3/2020 tentang pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan sampah rumah tangga dari penanganan Corona Virus Disease (COVID – 19). Olehnya itu Pemerintah provinsi malut mengeluarkan surat edaran kepada Bupati/Wali Kota se malut Nomor:  440/790/SETDA tentang  Pengelolaan Limbah B3 Dari Kegiatan FASYANKES Dalam Penanganana Covid – 19.
Tindak lanjut edaran tersebut, sekda Malut Syamsuddin Abdukadir meminta kepada bupati dan Wali Kota, penanganan Covid – 19 akan menghasilkan limbah yang pengelolaannya berbeda menurut sumber dan kategori limbahnya, yaitu Limbah infeksius yang berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes), Limbah infeksius dari orang dalam pemantauan (ODP) yang berasal dari rumah tangga  dan Sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga.
Kata dia, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI telah menerbitkan surat edaran mengenai langkah-langkah yang harus dipedomani dalam penanganan ketiga sumber dan kategori. Berkenan dengan hal tersebut diatas, maka diharapkan kepada saudara untuk dapat menugaskan Gugus Tugas Covgid – 19 bersama dengan Instansi Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan di daerah sauidara untuk melaksanakan Penanganan limbah Infeksius yang berasal dari fasyankes, memastikan penanganan limbah infeksius yang berasal dari fasyankes telah dilaksanakan sesuai dengan surat edaran Menteri KLHK RI tersebut.

Lanjut dia, menunjuk Fasyankes/Perusahaan yang memiliki tungku bakar/Insenerator/autoclave yang dapat digunakan untuk pemusnaan limbah Infeksius, menunjuk petugas khusus yang menangani limbah Infeksius Covid 19 dengan memakai APD yang memadai, memasang symbol dan label limbah B3 Infeksius pada kemasan limbah Infeksius dari pasien Covid – 19.

Bagi Kabupaten/Kota yang di daerahnya tidak memiliki fasilitas Insenerator ataupun Autoclave agar mengarahkan fasyankes untuk bekerja sama dengan pihak lain yang memiliki fasilitas pengolahan. Para Bupati dan Walikota Se-Provinsi Maluku Utara masing-masing. Penanganan limbah Infeksius dari ODP yang berasal dari rumah tangga. Mengedukasi ODP untuk melakukan pengemasan limbah APD berupa masker, sarung tangan dan baju pelindung diri dengan wadah tertutup.

Bagi ODP yang menggunakan APD guna ulang, agar menyucihamakan APD dimaksud setiap hari, Menetapkan dan melaksanakan mekanisme pengambilan, pengumpulan, pengangkutan dan pengolahan limbah infeksius ODP yang berasal dari rumah tangga.Pengelolaan sampah rumahtangga dan sampah sejenis rumah tangga.

Dan juga mengatakan agar memastikan semua petugas kebersihan dilengkapi APD khususnya masker sarung tangan dan safety shoes yang setiap hari di sucihamakan, melakukan edukasi kepada masyarakat yang sehat terkait penggunaan masker meliputi. Mengutamakan penggunaan masker guna ulang dapat dicuci setiap hari b) Apabila menggunakan masker sekali pakai maka diwajibkan merobek, memotong atau menggunting dan mengemas rapi masker tersebut sebelum dibuang ke tempat sampah untuk menghindari penyalahgunaan.

Dapat menyediakan tempat sampah/drop box khusus masker diruang pabrik dengan dilengkapi pengumuman/pemberitahuan “Masker bekas dirobek terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam tempat sampah/drop box”. Dalam pelaksanaannya dapat bekerja sama perusahaan pengelola ruang public, yakni pengelola bandara, pelabuhan, setasiun dan pusat perbelanjaan. Menetapkan mekanisme penanganan lanjutan sampah masker yang berasal dari tempat sampah khusus / drop box masker di ruang public dan tempat sampah khusus / drop box yang dipakai kembali, harus setiap hari di cuci dan di desinfektan. (han/red)

Komentar

Berita Terkini