Sekkab Morotai Terancam Dijemput Paksa

Editor: brindonews.com
Irwan Soleman
MOROTAI, BRN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pulau Morotai menegaskan tidak menutup kemungkinan memanggil paksa Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Morotai, Muhammad M. Kharie. Penjemputan secara paksa itu karena M. Kharie dua kali mangkir dari pemanggilan DPRD setempat.

Sedianya, orang nomor tiga di kabupaten berjuluk bibir pasifik itu diundang untuk melaksanakan rapat dengar pendapat menindaklanjuti rekomendasi pembatal dari Komisi Aparatur Sipil Negara atau KASN. M. Kharie bersama pejabat terkait lainnya diundang membahas bagaimana mekanisme Benny Laos memulihkan status tujuh pegawai negeri sipil yang dipecat dan ratusan lainnya dimutasi tak sesuai prosedur atau inprosedural.

“Kalau pemanggilan ketiga ini tidak diindahkan, maka terkahir kita panggil paksa sekkab dan pihak terkait,” kata Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Morotai, Irwan Soleman, Senin (20/4).

Irwan mengemukakan, surat pemanggilan ketiga yan ditandangani pimpinan DPRD itu dijadwalkan rapat dengar pendapat pada Selasa (21/4) besok. “Hari ini kalau tidak ada kendala, kita rapat internal DPRD,” katanya.

Politisi Partai Gerindra ini bilang, pemanggilan paksa terhadap M. Kharie dan pihak terkait lannya boleh dilakukan. Dasarnya sesuai fungsi DPRD. “ Jika surat panggilan rapat dengar pendapat ketiga ini terus pihak BKD dan pihak terkait tidak hadir lagi, maka DPRD akan menaikan satu tingkat lagi. Satu tingkat dimaksud itu adalah melakukan pangil paksa,” terangnya.

Dia berharap, pihak yang dipanggil tersebut koorperatif. Kehadiran mereka sangat membantu. “Berharap BKD maupun pihak terkait bisa datang dan kita rapat bersama korban birokrat. Sehingga masalah ini dalam waktu singkat sudah harus clear,” tandasnya. (fix/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini