Kejati Periksa Tiga Saksi Dugaan Tipikor Kasus Pengadaan Kapal Nautika

Editor: brindonews.com
Kasipenkum Kejati Malut Zul Asfi Siregar 


TERNATE,BRN - Penyebaran CoronaVirus Disease (COVID-19) 3 bulan terakhir makin meluas, dan  menjadi topik permasalahan di Dunia Internasional. Meski begitu tidak mengurangi kinerja Kejaksaan Tinggi dalam mengungkap kasus indikasi tindak pidana Korupsi di Maluku Utara. Buktinya, Senin (13/4/2020) Kejati Malut melakukan pemeriksaan sejumlah saksi yang diduga terlibat pada kasus pengadaan kapal Nautika yang melekat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malut.

“ iya memang benar Tim penyelidik tindak pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Maluku Utara periksa sejumlah saksi,ungkap  Kasipenkum Kejati Malut Zul Asfi Siregar saat ditemui wartawan Senin,(13/04/2020.

Menurutnya, pemeriksaan hari ini, ada tiga orang saksi yakni, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Zainuddin Hamisi yang juga adik kandung mantan Plt Kadikbud malut Jafar Hamisi, Direktur PT Tamalanrea Karsatama Ibrahim Ruray dan Bendahara Dikbud Malut Novianti,"Ujar Zul.

Dia, menuturkan, mereka diperiksa sebagai saksi selama 7 jam yang di mulai pukul 10.00 sampai pada pukul 17.00 Wit. Ketiga saksi tersebut dimintai keterangan sehubungan dengan pengadaan Nautika kapal penangkap ikan. Namun Secara subtansial materi pemeriksaan tidak bisa dibeberkan.

"Intinya ditanya seputaran tanggung jawab masing-masjng jabatan pada proses pengadaan,"Cetus Zul sembari menambahkan, jika masih terdapat kekurangan maka mereka akan dipanggil kembali untuk dimintai keterangan tambahan oleh Tim penyelidik.

Sekedar diketahui, proyek pengadaan kapal Nautika di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malut itu diperuntukkan bagi SMK swasta di Kabupaten Halmahera Selatan tahun 2019 dan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 7,8 miliar. Proyek itu dikerjakan oleh PT Tamalanrea Karsatama.(Rs/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini