|

Harita dan Warga Kawasi Sepakat Berlakukan Pembatasan Wilayah

Penyemprotan disenfektan oleh Harita Nickel
Harita Nickel bersama masyarakat Kawasi, Kecamatan Obi, Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, bersepakat memberlakukan pembatasan wilayah guna mencegah penyebarluasan corona virus disease 2019 atau covid-19 di wilayah setempat.

Pembatasan tersebut salah satunya mengurangi kegiatan di luar rumah sementara waktu. Masyarakat dan karyawan dibolehkan beraktivitas kalau itu menyangkut pemenuhan kebutuhan pokok dan keperluan medis.

Corporate Communication Manager Harita Nickel, Anie Rahmi mengungkapkan, diberlakukannya batas aktivitas di luar rumah itu guna memudahkan pengawasan setiap orang yang masuk maupun keluar. Tiap orang diupayakan terdeteksi dengan baik dan melakukan upaya pencegahan sesuai prosedur.

Anie mengemukakan, upaya yang dilakukan masyarakat Kawasi sangat sejalan dengan yang dilakukan perusahaan selama ini. Berbagai upaya pencegahan terus dilakukan semenjak virus yang menyerang sistem pernapasan itu mewabah Indonesia.

“Yang dilakukan perusahaan selama ini sesuai prosedur yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI,” kata Anie dalam rilis yang di terima brindonews, Sabtu (18/4).

“Komitmen warga Kawasi melakukan pembatasan wilayah secara mandiri sangat kami apresiasi dan dukung. Ini sejalan dengan program yang telah kami jalankan. Sejak awal tahun, kami sudah melakukan berbagai langkah upaya pencegahan, termasuk membatasi arus keluar masuk karyawan serta melakukan pengecekan kesehatan, sampai isolasi mandiri,” Anie menambahkan.

Ia bilang, karyawan yang masuk di perusahaan di periksa kesehatannya sesuasi panduan penanganan covid-19. Tenaga kerja asing atau TKA lebih diperketat panduannya, termasuk menjalani karantina 14 hari di negara tujuan dan melakukan pemeriksaan kesehatan.

TKA diboleh masuk ke wilayah operasional atau site perusahaan kalau sudah melewati masa inkubasi dan mendapatkan mendapat surat keterangan sehat dari negara.

“Tapi mereka tidak boleh langsung beraktivitas. Sampai di site langsung dilakukan rapid test. Setelah rapid test dilakukan, karantina mandiri kembali dilakukan selama 14 hari di fasilitas khusus yang telah disiapkan perusahaan. Setelah melewati 14 hari dan sehat, baru karyawan diijinkan untuk kerja. Jadi, proses yang dilakukan sudah berlapis-lapis untuk TKA. Dan ini semua wajib dilakukan oleh karyawan dan juga kontraktor yang berasal dari luar,” jelas Anie.

Kepala Desa Kawasi Arifin Saroa, mangapresiasi upaya pencegahan yang dilakukan secara bersama itu. Dia mengatakan, pembatasan wilayah secara mandiri ini penting guna mencegah penyebaran corona.

“Dengan adanya upaya bersama ini, diharapkan semua pihak tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Kedepan, masyarakat juga akan mengawasi setiap yang datang maupun keluar dari desa dengan prosedur dari pemerintah,” begitu kata Arifin dalam sambutannya di hadapan masyarakat, dan Asisten 1 Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Komandan Kodim 1509, Wakapolres Halsel, Kapolsek Obi, serta perwakilan manajemen Harita Nickel.

Menanggapi sambutan Arifin, Anie mengatakan perusahaan sangat mendukung program positif masyarakat tersebut. Salah satunya dukungan itu direalisasi berupa memberikan10.000 masker, kacamata, sepatu boot, sarung tangan latex, dan baju hazmat bagi 3 petugas kesehatan di Desa Kawasi.

“Kita mengapresiasi apa yang diinisiasi masyarakat, dan kita dukung sepenuhnya. Sebelumnya, kita juga telah menerapkan hal ini di dalam operasional perusahaan. Perusahaan telah menerapkan sistem kesehatan dan keselamatan kerja yang diperluas (K3 Plus), sesuai dengan prosedur Covid-19 yang ditetapkan pemerintah dan Kementerian ESDM RI. Mari kita bergandeng tangan melawan pandemi ini agar cepat berlalu. Salah satu caranya adalah dengan saling mendukung dan tidak lupa menerapkan PHBS dalam keseharian kita,” katanya. (han/red)

Komentar

Berita Terkini