Gustu Provinsi dan Kota Ternate Sepakat Jalin Kerja Sama

Editor: brindonews.com
SEPAKAT : Suasana rapat Gugus Tugas (Gustu) Provinsi Maluku Utara dan Kota Ternate di ruang rapat Hotel Sahid Bella Ternate.
TERNATE, BRN - Gugus Tugas (Gustu) Provinsi Maluku Utara dan Kota Ternate bersepakat bekerja sama menangani virus corona. Kesepakatan ini setelah hasil pembahasan penanganan dan pencegahan penyebaran virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan itu di ruang rapat Sahid Bella Hotel, Senin (27/4) tadi.

Salah satu poin yang disepakati dalam rapat itu adalah kerja sama memutus mata rantai corona di tempat keramaian dan saling koordinasi kedua belah pihak.

Wakil Ketua I Gugas Covid-19 Maluku Utara, Endro Satoto mengungkapkan, selain membahas pola atau metode penanganan memutus mata rantai di tempat keramaian, juga membicarakan penguatan kepada masyarakat miningkatkan kewaspadaan dengan cara mengikuti imbauan physical distancing atau jaga jarak dan dan pembagian masker sebagai upaya mengurangi resiko penyebaran.

“Kita tidak melarang orang berjualan. Tapi mereka diatur sesuai jarak minimal 1 sampai 2 meter. Penguatan physical distancing ini disertai pembagia masker untuk mereka. Tujuannya mengurangi resiko,” kata Endro usai pertemuan.

Komendan Komando Resor Militer (Korem) 152 Babullah Ternate ini mengemukakan, perberlakukan jaga jarak di ruang publik terutama di pasar itu tujuannya menekan resiko penyebaran. Aktifitas jual beli di pasar yang bermuara pada kerumunan perlu diawasi guna memalisir tingkat penyebaran corona virus disease 2019 atau covid-19 menjadi masif. “Makanya dibicarakan, ini harus di atur,” tuturnya.

Dia juga meminta agar tim pencegahan lebih baik lagi mengkomunikasikan soal penerapan nantinya. Baik koordinator pencegahan provinsi maupun kota intens membicaakan bagaimana pengaturannya.

“Hasil rapat ini akan dibicarakan nanti tentang pengaturan yang disepakati bersama. Dengan maksud supaya untuk mencegah memutus mata rantai ditempat orang-orang yang berkerumun,” terangnya.

“Tempat orang berkerumun kan banyak di pantai, dan di pasar. Ini supaya diatur. Di pasar tidak di larang (berdagang) tetapi di atur jaraknya, mengenakan masker, sehingga mereka akan tunggu disiplinnya dan penyebarannya itu kita putuskan,” tutupnya. (han/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini