|

Gugus Tugas Malut Temukan 25 OTG dari Pasien Terkonfirmasi Asal Demak

ILUSTRASI
TERNATE, BRN - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona di Maluku Utara kembali merilis data terbaru notifikasi perkembangan covid-19. Data update per tanggal 19 April 2020 menyebutkan, jumlah orang tanpa gejala atau OTG naik 25 kasus dari sebelumnya 171 menjadi 196.

Juru Bicara Gugus Tugas Penaganan Covid -19 Maluku Utara, dr. Alwia Assagaf menyebut, dari 196 itu terdiri dari 44 orang selesai di dpantau dan 152 sementara pemanatau.

Alwia mengemukakan, penambahan 25 OTG ini berdasarkan hasil penyelidikan epidemologi dari kasus terkonfirmasi pasien positif asal Demak, Jawa Tengah yang sempat kabur dari Tobelo dan diamankan di Sofifi.

“Meskipun data pasien baru asal Tobelo ini terdata di Kabupaten Demak, namun yang bersangkuta tetap menjalani perawatan di RSUD Chasan Boesieri sebagai rumah sakit rujukan pasien covid-19 tingkat provinsi di Malut,” katanya sembari menambahkan, total pasien terkonfirmasi positif covid yang di isolasi di RSUD Chasan Boesorie Ternate berjumlah 3 orang, pasien 03 dan 04 berasal dari Kota Tidore Kepulauan sementara pasien baru merupakan pasien covid Kabupaten Demak.

Notifikasi perkembangan virus corona di Maluku Utara. Grafis : Gugus Tugas Maluku Utata  |  Source : Dinas Kesehatan Maluku Utara.
Untuk hasil pengujian cepat atau rapid test, kata dia, 77 dinyatakan reaktif dengan status berbeda, yaitu 37 OTG, 22 ODP, 1 PDP, dan 18 lainya bukan pasein atau pelaku perjalanan dari daerah terjangkit, dari total jumlah 973 orang yang di tes cepat.

“Sedangkan 896 non reaktif. Jumlah orang yang di tes cepat bertambah 18 orang dari sebelumnya (data per 18 April 2020) 955 menjadi 973,” kata Alwia saat jumpa pers di Hotel Sahid Bella Ternate, Minggu (19/4) sore.

Alwia mengatakan, Gugus Gugas Covid-19 Maluku Utara sudah mengirim 18 spesimen ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar, Sulawesi Selatan. Ke-18 spesimen tersebut sudah dalam on prosess.

“Hasil swab pasien 03 dan 04  yang kedua sudah di kirim, namun tidak di masukkan dalam on prosess 18 spesimen di Makassar itu. Ini karena pengambilannya yang kedua,” katanya. (han/red)

Komentar

Berita Terkini