Gugus Tugas Berlakukan Karantina Bagi Pendatang dan Pemudik

Editor: brindonews.com
Kolonel Inf. Endro Satoto (kedua dari kiri) memberi ketarangan menyangkut pemberlakukan karantina bagi siapapun yang tiba di Kota Ternate. Pengawasan ketat bagi pendatang atau pemudik dari luar daerah tujuan Ternate ini diberlakukan di semua pintu masuk. Bandara dan pelabuhan ditempatkan tim penanganan covid untuk mendata setiap penumpang yang turun.
TERNATE, BRN - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid Maluku Utara memberlakukan karantina bagi siapapun yang tiba di Kota Ternate. Pemberlakukan sistem untuk mencegah penyebaran virus corona itu berlaku di semua pintu masuk.

Wakil Ketua I Gugus Tugas Malut, Kolonel Inf. Endro Satoto menyatakan, karantina 14 hari diutamakan bagi pendatang daerah terpapar  corona virus disease 2019 atau covid-19. Baik kepala daerah maupun masyarakat wajib menjalani karantina sepanjang punya riwayat atau baru datang dari wilayah zona merah.

“Instruksi Gubernur Maluku Utara (Malut) itu sudah jelas. Tindakan penting ini adalah bentuk kewaspadaan sebagaimana termaktub dalam Instruksi Gubernu Malut Nomor 2 tahun 2020 tentang kewaspadaan penularan infeksi covid-19,” kata Danrem 152 Babullah Ternate ini, di Hotel Sahid Bella Ternate, Rabu (8/4).

Endro bilang, setiap pendatang maupun pemudik yang baru tiba semuanya di data berdasarkan daerah asal dan tempat tinggal. Bagi pemudik tujuan di luar Kota Ternate, selanjutnya tim berkoordinasi dengan gugus tugas kabupaten kota untuk memulangkan pemudik sesuai wilayah asal masing-masing.

“Intinya bagi orang yang masuk ke Malut tetap di karantina, agar bisa dapat memutuskan mata rantai penyebaran virus covid-19 di Malut. Semua yang datang wajib untuk di isolasi tidak pandang, kepala daerah maupun masyarakat,” tandasnya.

Kendati begitu, Endro memotivasi masyarakat agar lebih waspada dalam menghadapi virus corona. Dia mengajakan masyarakat bahu membahu secara bersama-sama memutuskan mata rantai penyebaran virus yang menyerang organ pernapasan ini.

Tidak panik, dan tetap ikuti anjuran pemerintah. Sering cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir, menjaga jarak (physical distancing), dan berdiam diri di rumah. “Jika keluar rumah, hanya untuk hal yang sifatnya sangat urgent. Wajib gunakan masker saat keluar rumah, demi keselamatan kita bersama.  Semboyan saya lindungi kamu, kamu lindungi saya dengan ikuti anjuran, baik pemerintah pusat maupun daerah demi keselamatan kita bersama,” pungkasnya.

“Pasien 01 dinyatakan sembuh dan akan dipulangkan. Ini membuktikan bahwa virus ini sepertinya bisa dikendalikan, sehingga masyarakat tidak perlu resah, tetap waspada,” Endro menambahkan. (han/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini