BPKPAD Malut Kaget Dana Penanganan Covid ‘Bocor’ di Kemendagri

Editor: brindonews.com
BAMBANG HERMAWAN
SOFIFI, BRN - Pemerintah Provnsi Maluku Utara menggelontorkan anggaran senilai 148 miliar rupiah untuk penanganan virus corona disease 2019 atau covid-19. Kepala Badan Pengelolaan Keuagan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Provinsi Malut, Bambang Hermawan, pun terkejut biaya tersebut lebih dulu sampai ke telinga M. Tito Karnavian dan Sri Mulyani, sebelum ada finalisasi dokumen.

Pernyataan ini dilontarkan usai mengikuti video conference bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Kantor Perwakilan Maluku Utara, Kelurahan Takoma, Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara, Rabu (8/4) siang WIT.

Bambang mengaku, tak tahu pasti informasi ‘bocornya’ anggaran senilai Rp148 miliar untuk penanganan covid-19 ini bisa sampai di lembaga yang pimpin mantan Kepala Kepolisian RI itu. “Saya tidak  mengetahui pasti siapa yang menginformasikan data tentang 148 miliar itu sudah sampai ke Kemendagri,” akui Bambang.

Video conference itu, menurut Bambang, membahas tentang refocusing dan realokasi. Kemendagri menjelaskan, refocusing dilakukan pergeseran anggaran dari semula untuk kegiatan lain menjadi kegiatan-kegiatan penaganan Covid-19.

“Sedangkan realokasi adalah pergeseran dari anggaran belanja langsung pada SKPD yang dialokasikan menjadi danah tanggap darurat pada belanja tidak langsung terduga yang kemudian digunakan pada penaganan langsung tanggap darurat covid-19,” Bambang menerangkan.

Menurut informasi, video conference kemendagri mempertanyakan rincian dan apa-apa saja item dari total fulus Rp148 miliar.  Kemendagri dan kemeterian keuangan (kemenkeu) juga meminta dokumen pengunaan anggaran.

Menanggapi perihal tersebut, Bambang mengatakan, dokumen yang minta itu dalam waktu dekat sudah disampaikan kemendagri dan kemenkeu. “Kami sudah lakukan refocusing dan realokasi. Kami targetkan paling lambat Jumat 10 April 2020 sudah bisa kami tetapkan kemudian disampaikan dokumen resminya  ke kemendagri dan kementerian keuangan,” terangnya. (han/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini