40 Ribu KK di Malut Dapat BLT

Editor: brindonews.com
Andrias : Kami harap tidak ada yang salah paham

Ilustrasi
SOFIFI, BRN - Sebanyak 40 ribu kepala keluarga di Maluku Utara (Malut) ditetapkan masuk daftar penerima bantuan langsung tunai atau BLT. Kouta itu merupakan hasil Menteri Sosial RI, Juliari P. Batubara

Kepala Dinas Sosial Malut Andrias Thomas menuturkan, bantuan ini merupakan upaya pemerintah dalam mendorong penaganan pandemi covid-19. Kompensasi BLT itu diberikan hanya bagi keluarga yang tidak terdaftar penerima program keluarga harapan atau PKH, bantuan sosial, maupun bantuan sosial lainnya.

“Jadi mereka yang akan menerima kompensasi BLT dari kementerian sosial (kemensos) ini sama sekali belum tercover bantuan lain dari pemerintah, termasuk dari desa,” terang Andrias, sembari meminta masyarakat agar tidak salah memahami kriteria penerima BLT.

Andrias bilang, berapa besaran bantuan per kabupaten kota ditentukan kemensos. Tiap kepala keluarga (KK) diberikan 600 ribu rupiah selama 3 bulan ke depan. “Ini langsung dari kemensos. Penyalurannya lewat kantor pos atau bank lainnya yang sudah diatur oleh pemerintah pusat,” katanya.

Menurutnya, sebanyak 51 ribu KK sudah ada di kemensos. Data terpadu ini 41 ribu KK tercover pernah menerima bantuan sembako non tunai, sedangkan sisanya belum.

“Sehingga dilakukan perluasan menjadi 40 ribu KK, termasuk 10 ribu KK yang belum menerima bantuan. Tinggal menunggu kuota masing-masing kabupaten kota. Yang jelas, 40 ribu itu sudah pasti kuota kemensos yang akan menerima BLT,” terangnya.

“Masyarakat membuka rekening, dan penyaluran BLT melalui rekening penerima. Tujuannya agar lebih mudah dan cepat. Yang pasti saat ini harus disiapkan dulu data penerimanya. Jadi kami harap, kabupaten kota bisa secepatnya memasukkan ke provinsi, untuk selanjutnya dikirimkan ke pusat,” pintanya. (han/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini