|

Tukang Ojek dan Pelaku UMKM Terdampak Corona Bakal Dapat Relaksasi Kredit Bank

Rapat langkah penyelamatan atau relaksasi kredit UMKM bersama Dinas Koperasi Malut dan pimpinan lembaga perbankan maupun non bank se-Maluku Utara (Malut), di Kantor Perwakilan Malut, Selasa (31/3). Sekprov Malut, Samsuddin A. Kadir memimpin rapat tersebut.
TERNATE, BRN - Kekhawatiran dampak virus corona terhadap ekonomi membuat Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan pimpinan perbankan maupun non bank mulai mengambil langkah penyelamatan.

Perbankan akan membantu merestrukturisasi kredit debitur, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM, sepanjang debitur itu teridentifikasi terdampak dari penyebaran corona virus disease atau covid-19.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir menjelaskan, penyelamatan tersebut menindaklanjuti intruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang refocussing kegiatan realokasi anggaran serta penggadaan barang dan jasa, dan Hasil rapat Joko Widodo bersama gubernur seluruh Indonesia tentang releksasi kredit UMKM.

Samsuddin mengemukakan, baik bank maun non bank bakal menerapkan kebijakan yang mendukung stimulus pertumbuhan ekonomi bagi debitur yang terdampak penyebaran virus corona, termasuk debitur UMKM.

“Dalam rapat tadi semua pihak sepakat, dan menyatakan mereka siap melakukan itu apabila terkait dengan dampak covid 19,” katanya memimpin rapat bersama Dinas Koperasi Malut dan pimpinan lembaga perbankan maupun non bank se-Maluku Utara (Malut), di Kantor Perwakilan Malut, Selasa (31/3).

Mantan Kepala Dinas Pariwisata Malut ini mengemukakan, debitur yang dimaksud adalah debitur yang sulit memenuhi kewajiban (cicilan) kepada bank, akibat dampak wabah corona. Skema restrukturisasi kredit atau pembiayaan hanya ditangguhkan pada sektor tertentu.

“Misalnya tukang ojek. Pendapatan atau pemasukannya menurun karena kurang angkut penumpang, otomatis cicilan motor di dealer pun terganggu. Selain itu penjual nasi kuning di lokasi sekolah. Kedua sektor berlaku sama. Apabila ada pinjaman di bank, maka berlaku demikian”.

“Pemprov juga meminta agar pihak bank tidak melakukan penagihan dan menunda cicilan selama satu tahun. Namun berapa jumlah yang di tangguhkan dikembalikan ke masing-masing bank,” katanya.

Kasie Kredit Bank Maluku- Malut, J. Thenus
Kasie Kredit Bank Maluku- Malut, J. Thenus menyatakan belum sepenuhnya menerapkan skema perekonomian tersebut. Relaksasi kredit bagi debitur skala UMKM akan dibantu atai ditindaklanjuti kalau sudah ada hasil meeting internal.

Tujuan meeting ini, kata dia, untuk memilah mana perlu di tangguhkan dan mana yang tidak. Tentunya bank  siap membantu merestrukturisasi kredit debitur yang masuk kategori terdampak corona setelah ada kesepakatan.

“Selanjutnya pihak bank akan wawancarai debitur. Kalau dia sanggup membayar, ya berarti dia bisa,” terangnya.

Hadir dalam rapat tersebut, Dinas Koperasi Malut, Kepala Perwakilan BI Malut, Direktur Bank Mandiri, BNI, BRI, Danamon, dan Bank Maluku-Malut. Direktur Bank Muamalat, BTN, Bobato, Bank Mega, pimpinan pegadaian, Pimpinan PT. Adira Finamce, PT. Nusantara Surya Sakti, PT. Mandala Finance, PT. Sejahterah Abadi, dan PT. Saranah Niaga, PT. Sejahterah Abadi Trada, serta PT. Kharisma Sentosa, PT. Lion pun tak luput hadir dalam pertemuan tersebut. (han/red)
Komentar

Assalamu'alaikum terima kasih atas informasinya pak, tapi kenapa dari leasing adira katanya blm dapat informasi mengenai hallo ini dan sedang berkoordinasi dengan hal ini, jadi kami para tukang ojek masih tetap di minta tagihan terhadap dep Colektor, sedang kan kami yang dari Ternate itu tersendiri mengalami wabah covid 19 sehingga pendapatan kami tukang ojek menurun drastis pak, tolong kebijakan nya pak🙏🙏🙏🙏

Berita Terkini