Tenaga Medis RSUD Chasan Boesorie Ancam Mogok Kerja

Editor: brindonews.com

Pertemuan Para Medis 
TERNATE, BRN – Puluhan tenaga Medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Bosorie Ternate Senin (30/3/2020) mengcamkan akan melakukan mogok kerja apabila tidak diperhatikan oleh Gubernur Malut.

Selama ini pemerintah Provinsi Malut, pilih kasih atas pemberian tunjangan kerja. Padahal tugas yang paling berat itu tenaga medis yang kerja di RSUD Chasan Bosorie Ternate, apalagi dengan adanya wabah Covid 19.

Sementara Pegawai Negeri Sipil yang bertugas di instansi lain masih diberikan tunjangan kinerja, padahal dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi Malut Nomor 25 Tahun 2019 Tentang Pemberian Tambahan penghasilan kepada ASN itu secara umum.

Ketua Ikatan Ahli Fisioterapis Indonesia Malut Syahbudin Arbain menyampaikan, bahwa tenaga paramedis RSUD Chasan Boesorie Ternate, sampai saat ini masih terdaftar sebagai PNS di Lingkkup Pemprov. Dalam Pergub, yang dimaksud PNS adalah Pegawai Negeri Sipil yang menjalankan tugas pada Pemerintah Daerah atau unit.


Lanjut Syahbudin menjelaskan dalam Pergub, Pasal 9 ayat (3) TPP yang diberikan kepada RSU/RSJ diatur dengan Peraturan Gubernur tersendiri. Sebelumnya sudah ada pertemuan dengan gubernur Abdul Gani Kasuba. Pertemuan tersebut meminta kepada gubernur agar PNS di RSUD juga segera diberikan TPP sebagaimana PNS lain di lingkup Pemprov Malut, namun tdiak ada hasil. Pada pertemuan tang (9/3/ 2020), para tenaga medis bersama Sekretaris Provinsi (Sekprov) Malut, Samsuddin A Kadir juga meminta hal yang sama." Pertemuan dengan gubernur dan sekprov tidak membuahkan hasil apa-apa" .

Meski sudah dua kali pertemuan tetapi tidak membuahkan hasil. Padahal pemprv juga pernah berjanji pada tahun 2019 lalu pegawai RSUD yang kurang lebih 700 tenaga medis itu akan di berikan tunjangan kerja di 2020. Janji tersebut hingga saat ini tidak direalisasi. Merasa tidak puas para pegawai RSUD kembali mempertanyakan kepada pihak management dan hasilnya tukin tidak diterima, padahal sudah diusulka.

“ Kata pihak managemen, usulan tukin, pemprov tidak ada respon” ungkap Syahbudin di hadapan wartawan”.

Kata dia, sampai saat ini Pemprov Malut tidak memberikan tanggapan secara resmi atas permasalahan tersebut, belum lagi saat ini menghadapi situasi pandemic COVlD-19, Kami Tenaga Para medis RSUD Dr. H. Chasan Boesorie Ternate berada di garda terdepan sehingga sangat berisiko terpapar COVID-19 tetapi tidak mendapatkan kompensasi dari Pemprov Malut". Ungkap Syahbudin

Olehnya para tenaga medis ini meminta agar Gubernur Malut segera memberikan pernyataan secara resmi kepada pihaknya mengenai kepastian tenaga paramedis RSUD Chasan Boesoirie Ternate mendapatkan tunjangan tambahan. Apabila dalam waktu dekat tidak juga direspon, solusinya adalah tenaga medis akan melakukan aksi mogok kerja, kesalnya.

Sementara Direktur RSUD Chasan Boesorie Syamsul Bahri saat di konfirmasi via WhasApp tidak memrespon.

Terpisah kepala Biro Protokol Kerjasama dan Komunkasi Publik (PKKP) Malut, Mulyadi Tutupoho mengatakan, Sekertaris Daerah malut miminta para tenaga medis agar bersabar disaat kita dalam suasana menangani COVID-19. Sekda akan meminta pengawas untuk memanggil Direktur dalam menyelesaikan hal tersebut, katanya. (han/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini