PT. Adhita Nikel Tak Kunjung Bayar Gaji Ratusan Karyawan

Editor: brindonews.com

Idham Taib: selaku pengacara
HALTIM, BRN —  PT.Adhita Nikel indonesia yang beroperasi di wilayah maba Kabupaten Halmahera timur (Haltim) diduga telah berhutang puluhan Miliar rupiah pada karyawannya.
Pasalnya, sejak tahun 2011 hingga saat ini PT.Adita nikel indonesia belum membayar Ratusan Gaji Kariawan. Akibat dari hal tersebut, Peran dan fungsi Dinas tenaga kerja Dan transmigrasi (Disnakertrans) di pertanyakan.

Kandidat pengacara muda, Idham Taib SH kepada media ini menuturkan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans)  adalah lembaga yang mempunyai  otoritas untuk mengawal serta mengontrol terkait hal-hal  perusahan termasuk persoalan hak buruh.

“ Perusahan berkewajiban untuk membayar upah/gaji buruh sesuai amanat konstitusi yang tertuang dalam UU No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan pasal 88, dan PP No 78 tahun 2015 tentang pengupahan. Tapi sangat disayangkan buruh PT.Adita Ini terjadi sejak Tahun 2011 tetapi sempai sejauh ini tidak mampuh di selesaikan oleh Lembaga teknis, “ Tuturnya.

Kata dia, di dalam UU No 13 tahun 2003 Pasal 93 ayat 2 juga menjelaskan apabila pihak perusahan dengan sengaja tidak membayar gaji pekerja maka dapat dikenakan pidana sebab ada 3 langkah hukum yang di anjurkan untuk proses penyelesaian sesuai Regulasi yang diatur.

“ Tiga langkah hukum diantaranya melaui jalur Bipartit, jalur Tripartit dengan mediasi yang menjadi mediatornya adalah Dinas Tenaga Kerja dan transmigrasi. Apabila jalur ini tidak ada penyelesaian maka karyawan dapat megajukan gugatan kepada pengadilan Hubungan Industri (PHI), Pungkasnya.

Lanjut dia, Seharusnya Gaji Kariyawan Pt.Adita nikel indonesia ini bisa selesai paling lambat tahap ke dua sebab dalam tahap itu dimana Disnaker punya Legitimasi untuk menindak keras pihak Perusahaan sesuai pelanggaran yang dilakukan sehingga kesejaterahan buruh dapat diperhatikan. Akan tetapi sampai sejauh ini Persolan Buruh Pt. Adita Belum Ada kejelasan.

Sementara PLT Kadis Nakertrans Haltim Hi.Nasrun Konoras ketika di konfirmasi mengatakan, Terkait dengan upah karyawan PT.Adita sudah pernah beberapa kali di lakukan mediasi antara kariyawan Dengan PT.Adita di Kantor Nakertrans Haltim namun belum ada keputusan dan kesepakatan.

“ Masalah ini sdh pernah dilakukan mediasi beberapa kali antara karyawan dengan PT. Adhita di kantor nakertrans Haltim cuman bolom ada keputusan kesepakatan antara karyawan degan pihak perusahaan sehingga masalah akan diserahkan ke Disnakertrans provinsi Maluku utara untuk menyelesaikan.

Selain itu, pihaknya telah memerintahkan stafnya untuk melakukan pertemuan dengan perusahaan untuk membicarakan terkait hak kariyawan yang belum diselesaikan tetapi pihak perusahan  meminta kepada Disnakertrans Haltim untuk membantu memfasilitasi sehingga ada titik terang.

Ketika ditanya terkait surat perintah yang telah di keluarkan oleh Disnakertrans Malut kepada Pt.Adhita  pada 22 juli 2019 Lalu Kadis Mengaku belum mengantongi dan mengetahui  hal tersebut. (Pian)

Share:
Komentar

Berita Terkini