Pemprov Malut Tutup Akses Masuk TKA

Editor: brindonews.com
Armin Zakaria
SOFIFI, BRN - Kewaspadaan terhadap merebaknya virus corona, atau umumnya disebut Covid-19 penting ditingkatkan. Salah satu ikhtiar yang dilakukan Pemerintah Provinsi Maluku Utara adalah memblokir akses masuk tenaga kerja asing atau TKA.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluk Utara, Armin Zakaria membenarkan adanya pemblokiran jalur masuk tersebut. Dia mengatakan, ikhtiar atau kewaspadaan yang diambil itu bentuk pencegahan penularan virus yang mematikan itu.


“Hingga hari ini, sesuai laporan laporan beberapa dinas di kabupaten/kota tidak ada lagi TKA yang masuk di Malut,” kata Armin, Minggu (22/3).

Penghentian juga diberlakukan pada terminal khusus milik perusahaan. Menurut Armin, akses masuk di Maluku Utara (Malut), baik melalui maskapai penerbangan maupun kapal ikut di blokir.

“Hanya penerbangan domestik bagi warga Negara Indonesia saja tetap pada posisi normal. Kita lakukan perkembangan sesuai situasi dan kondisi,” katanya.


“Jika kedapatan, maka akan dilaporkan ke instansi terkait untuk dipulangkan ke negara masing-masing,” kata Armin menambahkan.

Disinggung soal lockdown, mantan pelaksana tugas Kepala Biro Protokoler, Kerja Sama dan Publikasi Setda Malut ini tak banyak berkomentar. Dia mengatakan, mengenai lockdown itu menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Tapi pemerintah provinsi bisa lakukan pembatasan-pembatasan dan memantau pergerakan orang yang masuk ke daerah. Langkah itu dilakukan jika gubernur atau bupati sudah menetapkan daerah tersebut berstatus keadaan luar biasa atau KLB,” katanya.

Pembatasan, kata dia, diutamakan kepada orang-orang yang baru datang dari negara terjangkit. “Misalnya di pelabuhan Morotai. Setiap kapal masuk dari Manado dan kabupaten Halmahera Barat, semua penumpang di cek kondisi suhunya yang dsertai tindakan pencegahan seperti biasanya,” katanya. (han/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini