Pemberlakuan Pelarangan Umrah, Pemprov Malut Tetap Stay

Editor: brindonews.com

Plt Kepala Biro Kesra Malut, Dihir Bajo

SOFIFI,BRN - Pemerintah Arab Saudi memberlakukan larangan sementara bagi masyarakat yang ingin melakukan ibadah Umrah di Makkah dan Madinah mulai 26 Februari  hingga 13 Maret 2020. Pelarangan itu tertera di dalam surat edaran yang dikirim Arab Saudi kepada seluruh biro travel umrah di seluruh dunia.

Pelaksanaan Umrah di Arab Saudi tahun ini belum dapat dipastikan seiring dengan meluasnya penyebaran Virus Corona. Saat ini negara itu masih sebatas menangguhkan izin umrah. Meski begitu Pemerintah Provinsi Maluku Utara tetap stay, hingga menunggu dibukanya pelarangan tersebut.

Pekasana Tugas (plt) kepala Biro Kesra Dihir Bajo kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (2/3/2020) mengatakan, prinsipnya pemerintah daerah siap menunggu kapan pemerintah Arab Saudi mengijinkan masyarakat untuk melaksanakan ibadah Umrah.

Menurutnya, pemerintah provinsi Malut, sebelumnya sudah menjdawalkan keberangkatan umroh sebelum bulan suci ramadhan,akan tetapi saat ini pemerintah Arab Saudi masih memberlakukan pelarangan umrah, apabila sudah dibuka pelarangan tersebut, maluku Utara siap memberangkatkan sebanyak 100 orang untuk melaksanakan umrah.

“ Prinsipnya pemerintah Maluku Utara sudah siap memberangkatkan 100 orang, apabila pelarangan sudah dibuka oleh pemerintah Arab Saudi”, katanya.

Dirinya mengimbau kepada jamaah umroh untuk segera mempersipakan Paspor asli,buku kuning dan sebagainya, sehingga pada saat pemerintah Arab Saudi membuka pelarangan umrah, pemerintah provinsi langsung memberangkatkan sebanyak 100 jemaah ke tana suci. Sementara untuk jemaat yang akan di berangkatkan ke Yerusalem sebanyak 20 orang   (ces)

Share:
Komentar

Berita Terkini