PDI-Perjuangan Minta Al Yasin Undur Dari Jabatan Wagub

Editor: brindonews.com
Pelantikan Eselon II Sesuai Prosedur

Ketua DPD PDI-Perjuangan Malut Muhammad Sinen 

SOFIFI,BRN - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia  Perjuangan (PDIP) Maluku Utara sangat menyesalkan sikap dan tindakan wakil gubernur yang membuat onar di acara pelantikan. Pelantikan esellon II yang di helat di rumah singga Gubernur di Ternate itu sudah sesui mekanisme.

Ketua DPD PDI-Perjuangan Malut Muhammad Sinen kepada wartawan via handphone Selasa (17/3/2020) menegaskan, bahwa pernyataan wagub ada titipan partai untuk dilantik pada pelantikan eselon II itu salah. Sebab  partai tidak menitip orang untuk dilantik. Bahkan dirinya meminta kepada wagub untuk segera mengundurkan diri dari wakil gubernur karena tidak paham dengan aturan yang berlaku.

“ Wagub harus sadar pernah menjabat Bupati dua priode di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng)”.

Menurutnya, sikap wakil gubernur Maluku Utara M. Al Yasin Ali yang dinilai tidak etis ketika membuat kericuhan usai gubernur KH. Abdul Gani Kasuba melantik 12 Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi  bertempat di kediaman eks hotel Chrisant Ternate, pada Senin tanggal 16 Maret 2020 kemarin.

"Jadi pelantikan itu tidak ada hal yang salah, karena 12 pejabat eselon II yang dilantik mengikuti tahapan  seleksi yang dilakukan panitia seleksi dan ini sudah dijalankan oleh Gubernur,” tutur ayah Erik sapaan akrab Muhammad Sinen.

Dia menambahkan seleksi terbuka pejabat eselon II telah menghasilkan tiga nama yang akan diserahkan panitia seleksi (Pansel) ke Gubernur Maluku Utara. Selanjutnya, nama-nama itu kemudian diteruskan ke Kementerian Dalam Negeri dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk di verifikasi. Setelah proses di pusat selesai nama-nama itu dikembalikan ke gubernur untuk dipilih salah satu dari tiga nama yang diajukan.

"Di diktum itu tidak dijelaskan harus berkonsultasi dengan wagub atau dengan siapa saja. Karena regulasi memberikan hak prerogatif kepada gubernur,” tegasnya.

Pada kesempatan itu pula Ketua DPD PDI-Perjuangan Malut menegaskan dirinya tak sependapat dengan sikap Wagub M. Al Yasin Ali yang tak lain adalah kader PDI Perjuangan yang hendak membatalkan SK pelantikan 12 Pimpinan OPD khususnya Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Maluku Utara Yunus Badar. “ Terkecuali gubernur menetapkan yang dilantik itu, diluar dari tiga nama hasil assesment. Nah, itu baru salah. Tapi kalau ditentukan salah satu nama dari tiga, itu. berarti tidak salah,” tandasnya.

Tak hanya itu, Muhammad Sinen juga menyoroti statemen wagub terkait lokasi pelantikan yang sebelumnya dijadwalkan di Sofifi, tapi dialihkan ke Ternate. “ Jadi tempat pelantikan di mana saja tidak masalah. Tapi yang salah itu, kalau gubernur tidak melalui tahapan-tahapan seleksi,” ujarnya.

Ayah erik menegaskan PDI-Perjuangan Provinsi Maluku Utara senantiasa komitmen mengawal pemerintahan KH. Abdul Gani Kasuba. Oleh sebab itu, Ia meminta agar tidak ada pihak yang mencoba merusak pemerintahan ini. “ Partai ini tidak sekedar mengusul, tapi kita tetap mengawal,” tutupnya (tim/red)


Share:
Komentar

Berita Terkini