|

Guru Kontrak di SMA 1 Taliabu Ancam Mogok Kerja

8 bulan tak digaji, guru kontrak di SMA Negeri 1 kecamatan Taliabu Utara ancam mogok kerja

TALIABU, BRN - Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa, hal ini mencerminkan karakteristik Guru-guru Kontrak yang berada di Sekolah Menegah Atas Negeri 1 (SMA-N 1), Kecamatan Taliabu Utara (Talut), Kabupaten Pulau Taliabu yang kini harus  mogok kerja.

Bagaimna tidak, gaji guru kontrak di SMA Negeri 1 Taliabu Utara itu selama 8 bulan belum dicairakn, terhitung dari bulan Agustus 2019 hingga memasuki Maret 2020, Keterlambatan pembayaran gaji tersebut memicu kemarahan 7 guru kontrak yang ada di SMA-N 1 Taliabu. Bahkkan mereka mengancam akan melakukan mogok kerja jika gaji mereka belum diberikan.

“ Sudah 8 bulan kami belum mendapat gaji, terhitung mulai dari bulan Agustus 2019 s/d Maret 2020, dan kami akan melakukan mogok kerja hingga pihak Dinas terkait melakukan pembayaran gaji kami, " Kata Sartono Pattiwael Salah satu Guru Kontrak Di SMA-N 1 Talut, sebagai delegasi rekan guru kontrak keapada media ini  (Senin/16/03/2020).

Menurutnya, tugas dan tanggung jawab guru adalah mendidik, namun disisi lain guru juga butuh makan dan minum. “ Kami ini manusia bukan malaikat, kami punya keluarga dan punya kebutuhan sehari-hari,” Keluh Sartono.

Ia pun meminta kerpada pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku Utara (Malut) untuk bisa mengambil langkah terkait dengan keterlambatan masalah pembayaran gaji yang terjadi di SMA-N 1 Taliabu.

 “ Kami berharap agar pihak DPRD Malut yang membidangi pendidikan dan juga Gubernur Malut untuk ambil langkah agar menyelesaikan gaji kami selama 8 bulan yang belum dibayar, “ Pintanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA-N 1 Taliabu Utara,Trisno Darmawan mengakui ada keterlambatan pembayaran gaji. Akan tetapi, pihaknya sudah membuat laporan kepada Dinas terkait, Nomor Rekening pribadi masing-masing guru kontrak juga sudah dikirim ke Dinas tersebut.

“ Saya suda buat laporan pertanggungjawaban pada Bulan Agustus 2019 lalu, dan saya juga sudah kirim No-rek Guru kontak ke Dinas Pendidikan Provinsi pada tanggal 20 Februari 2020 lalu, ” Jelasnya.

Lanjut dia, keterlambatan pembayaran gaji guru kontrak disebabkan karena ada pergantian salah satu Tenaga Kerja bagian pengurusan para guru Kontrak di Dinas Pendidikan Malut, ada pergantian Guru Kontrak di beberapa Daerah, dan ada juga Guru kontrak yang belum buat No-rek pribadi dari masing-masing sekolah sehingga mempengaruhi keterlambatan pembayaran gaji.

“ Saya berharap, agar pihak Dinas segera mempercepat pencairan Gaji Guru Kontrak, agar komitmen mogok kerja Guru Kontrak di Sekolahnya tidak terjadi. Sebab Sekolah juga tidak bisa jalan tanpa mereka, “ Tutup Kepsek. (Ode/red)

Komentar

Berita Terkini