Senin, 02 Maret 2020

GCW Sarankan Karo Umum Pensiun Dini dan Fokus Sebagai Kontraktor

Foto Ilustrasi 
SOFIFI,BRN - Pernyataan Palaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Umum di beberapa media dengan mengatakan alat yang diunakan proyek timbunan dilokasi  Seleksi Tilawtil Qur’an (STQ) tingkat Nasional yang berdekatan dengan Masjid raya itu, adalah miliknya, hal ini sangat di sayangkan.

Pernyataan seperti itu bisa dikatakan yang bersangkutan main proyek di pemprov, padahal satatusnya sebagai Aparat Sipil Negara (ASN). Dalam aturan, sanksi bagi ASN terlibat dalam permainan proyek sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor  53 Tahun 2010 (PP. No. 53/2010) tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dan sudah jelas pada Pasal 4 ayat 2 terdapat 15 poin yang berisi larangan bagi PNS bermain proyek daerah maupun negara.

Koordinator Gamalama Coruption Whac (GCW) Maluku Utara Muhidin kepada wartawan via handphone Senin (2/3/2020) mengatakan, mestinya aparat penegak hukum menjadikan pernyataan Karo Umum sebagai petunjuk untuk dilakukan penyilidakan. Sebab proyek timbunan tersebut tidak di anggarankan melalui Anggaran pendapatan Belanja daerah (APBD) tahun 2020, akibatnya Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) malut melakukan pengehentian.

“ Sangat aneh tanpa di angarankan di tahun 2020 tetapi ada pekerjaan, bahkan alat yang digunakan itu milik pribadi karo umum”.

Kata dia, sebaikanya Karo Umum Jamaluddin Wua segera mengusulkan pensiun dini sehingga bisa fokus pada provesi kontraktor. Kabarnya tahun 2019 ada sejumlah proyek juga di kerjakan oleh Jamaludin Wua.

Sebelumnya Plt Karo Umum Jamaluddin Wua mengatakan, kebutulan alat saya ada stay di Sofifi jadi di pakai untuk mengerjakan proyek itu, dan itu perintah langsung dari Wakil Gubernur Malut M Al Yasin Ali (tim/red)

Label: