|

Bawaslu Periksa 8 Komisioner Panwascam

Terkait Dugaan Dukungan Bacalon Perseorangan

Mustakim: Sangat merugikan secara pribadi dan institusi
Mustakim Jamal, Ketua Panwaslu Kecamatan Kota Ternate Tengah


TERNATE, BRN - Badan Pengawas Pemilihan Umum atau Bawaslu Kota Ternate memeriksa delapan komisioner panitia pengawas kecamatan atau panwascam. Pemeriksaan tersebut menyangkut dugaan dukungan salah satu bakal calon perseorangan Wali Kota Ternate.

Koordinator Devisi Hukum, Penanganan Pelanggaran dan Sengketa Bawaslu Kota Ternate, Sulfi Majid menyatakan, delapan nama jajaran tingkat kecamatan tersebut merupakan temuan Bawaslu. Ini ditemukan saat mengawasi verifikasi syarat atau berkas dukungan salah satu bakal calon wali kota jalur independen di Kantor KPU Maluku Utara beberapa waktu.

Sulfi megatakan belum bisa mempublikasikan hasil klarifikasi. Itu dikarenakan masih dalam proses penanganan, termasuk belum dapat menyimpulkan apakah betul atau tidak memberikan dukungan. “Belum bisa disimpulkan karena masih proses,” katanya.

Ketua Bawaslu Kota Ternate, Kifli Sahlan menambahkan, hasil pemeriksaan selanjutnya dilanjutkan dengan rapat pengambilan keputusan atau pleno. Hasil baru boleh dimumkan ke publik melalui media masa kalau putusannya sudah ada.

“Jadi dalam tata cara penanganan kasus, kita belum dapat mempublis karena proses klarifikasi masih berjalan, dan pihak-pihak lain juga maih akan di periksa,” kata Kifli. “Jumat (6/3/2020) akan dilakukan klarifikasi saksi yakni bakal calon walikota independen,” sambungnya.

Sama sekali tidak memberikan dukungan

Ketua Panwascam Ternate Tengah, Mustakim Jamal dikonfirmasi menyatakan, tidak pernah memberikan Kartu Tanda Penduduk atau KTP kepada bakal calon mana pun. Lembar foto copy KTP dan tanda tangan yang ditemukan dalam berkas dukungan menurut Mustakim sangat merugikan secara pribadi dan instusi.

“Sama sekali tidak pernah. Saya tidak pernah berikan KTP, termasuk tanda tangan. Sumbernya dari mana saya tidak tahu,” tegas Taken, begitu Mustakim biasa disapa.

Ketua Panwascam Ternate Utara, Putri Nurdiana Jailani menyatakan tidak pernah memberikan dukungan sepert halnya  disebutkan. Kendati demikian, Puteri mengakui foto copy KTP yang ditemukan dalam syarat dukungan benar miliknya.

“Memang benar KTP milik saya, tetapi dari mana mereka dapat saya tidak tau. Tetapi saya tidak pernah dihubungi atau memberikan dukungan kepada salah satu calon independen,” katanya. (brn)
Komentar

Berita Terkini