Kepsul Masuk Kategori Kerawanan Tinggi Pilkada 2020

Editor: brindonews.com
ILUSTRASI PILKADA SERENTAK 2020
TERNATE, BRN - Badan Pengawas Pemilihan Umum atau Bawaslu Republik Indonesia menyatakan ada empat daerah di Maluku Utara dikategorikan memiliki indeks kerawanan saat pemilihan kepala daerah 23 September nanti.  Ini diketahui setelah lembaga pengawasan tersebut merilis Indeks Kerawanan Pilkada atau IKP tahun 2020, di Redtop Hotel Jakarta, Selasa (25/2) pagi.

Empat daerah itu diantaranya Kota Ternate, Kabupaten Kepulauan Sula atau Kepsul, Kota Tidore Kepulauan, dan Kabupaten Halmahera Barat. Ketua Bawaslu Maluku Utara Muksin Amrin mengatakan, indeks kerawanan tersebut diukur berdasarkan empat dimensi, yaitu konteks sosial politik, penyelenggaraan pemilu yang bebas dan adil, indeks dan kontestasi.

Indeks kerawanan yang dirilis Bawaslu menurut Muksin, Kepsul menempati peringkat keenam dengan skor 71,45 dari 13 kabupaten kota se-Indonesia. Sedangkan Kota Ternate 66,25 atau berada di urutan 12. “Sementara Tidore Kepulauan dan Halmahera Barat, termasuk Ternate masuk level 6 dari masing-masing dimensi yang ada,” kata Muksin, dikutip brindonews.com di laman malut.bawaslu.go.id.

Dimensi konteks sosial politik dan indeks kata Muksin, Tidore Kepulauan memperleh skor 70,87 disusul Kepsul 70,31. Pada dimensi ini, masih berkaitan relasi kuasa di tingkat lokal, otoritas penyelenggara, penyelenggara dan keamanan. “Halmahera Barat dan Kepsul berada pada level enam pada dimensi penyelenggaraan pemilu yang bebas dan adil. Halmahera Barat dengan skor 65,18 sedangkan Kepulauan Sula 69,53,” katanya.

Pada dimensi kontestasi lanjut Muksin, Kota Ternate memperoleh skor79,59. Indikator yang diukur meliputi pemasangan alat peraga yang tidak pada tempatnya, politik uang dan mahar politik, iklan diluar jadwal, konflik antar peserta dan pendukung, serta penggunaan fasilitas negara.

Berharap, hasil IKP dapat menjadi dasar dilakukannya strategi pencegahan dan pengawasan secara kompherensif dan maksimal yang melibatkan semua unsur masyarakat. “Termasuk juga pada seluruh daerah yang melaksanakan pilkada akan diawasi secara ketat baik yang berada pada level tinggi maupun sedang,” harap Muksin. (brn)
Share:
Komentar

Berita Terkini