|

Dugaan Penistaan Agama di Sula Seret Oknum Dewan

Masa aksi yang menggelar demonstrasi di depan Kantor DPD Demokrat Kota Ternate
TERNATE, BRN - Sejumlah masa aksi menggelar demontrasi di depan Kantor Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat, Kelurahan Dufa-dufa, Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat (7/2) pagi. Masa yang mengatasnamakan Laskar Bela Sula Institut atau LBSI itu menyuarakan dugaan penistaan dan pelecahan agama Islam di Falabisahaya, Kepulauan Sula dua pekan kemarin.

Koordinator aksi, Nurnisa Fataruba menjelaskan, dugaan penistaan dan pelecahan agama tersebut menyeret oknum anggota aktif DPRD Kepuluan Sula, Ferdy Perangkuan. Oknum dewan fraksi Demokrat ini diduga menista dan melecehkan Islam dengan cara  

Nurnisa bilang, dugaan tersebut bermula dari Ferdy menghimili seorang perempuan di luar nikah di salah satu desa di Kecamatan Patani Utara, Halmahera Tengah. “Mereka nikah secara syariat Islam. Namun sepulangnya di Sanana, si Ferdy ini masih melakukan aktifitas gereja,” kata Nurnisa.

INFOGRAFIS
Dugaan penistaan ini diperkuat dengan hasil wawancara Majelis Ulama Indonesia Kepulauan Sula dan keterangan pihak keluarga perempuan yang dihamili. Menurut keterangan salah satu keluarga perempuan, Ferdy mengaku beragama Islam namun tanpa bukti identitas kartu tanda penduduk.

“Pengakuan ini sempat terjadi ribut, karena meragukan Islam. Sementara pihak MUI keluarkan fatwa yang menyatakan adanya benar penistaas agama di Falabisahaya,” katanya. “Oknum wakil rakyat ini telah berada (di tahan) di Polres Kepuluan Sula. Ini kasus pelecehan sekaligus penipuan identitas,” Nurnisa menambahkan. (brn)
Komentar

Berita Terkini