Desak KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Dikbud dan Distan Malut

Editor: brindonews.com
Kompak Desak KPK Ambil Alih Kasus Korupsi di Malut 


JAKARTA,BRN – Koalisi Mahasiswa Pemerhati Korupsi (Kompak) Maluku Utara (Malut) mendesak kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera ambil alih, kasus dugaan korupsi yang terjadi di dua dinas yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Pertaninan yang saat ini ditangani Polda dan Kejaksaan Tinggi .

Kordinator Aksi, Ali M, dalam orasinya didepan KPK menegaskan dalam sepanjang sejara Polda dan Kejati Malut dinilai lambat menanagani kasus korupsi yang terjadi di provinsi Maluku Utara.

" Belum pernah Polda dan Kejati Malut meneyelasiakn kasus korupsi besar dan itu terbukti," tegas M. Ali dalam orasinya di depan Gedung KPK, Senin (04/02/2020).

Kasus dugaan korupsi yang terjadi di Malut yakni anggaran pengadaan dua alat praktek siswa pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbut) Malut yaitu Kapal Neutiika 7.8 Miliar pada tahun 2019 yang dikerjakan oleh Ibrahim Ruray selaku direktur PT. Tamalanrea Karsatama, dan Pejabat Pembuat Komitmen Jainudin Hamisi serta dugaan korupsi anggaran pengadaan satu alat praktek lagi senilai 3.9 Miliar pada tahun 2018, yang dikerjakan oleh saudara Paul Lianchy sebagai direktur PT. Graha Gemilang Malut.

Selain itu juga kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran Ujian Nasional (UN) dari tahun 2017-2019 yang di duga melibatkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jafar Hamisi yang selama ini tak kinjung di selesaikan. 

Hal yang sama juga terjadi korupsi Bantuan Bibit Jagung dari Kementerian Pertanian RI Kepada Dinas Pertanian (Distan) Malut sebesar 160 Miliar di tahun 2017-2018 yang sudah diberhentikan Kejati Malut dengan alasan tidak cukup alat bukti.

Sudah sangat jelas kasus korupsi yang terjadi di provinsi Maluku Utara ini belum bisa di tuntaskan, olehnya itu desak KPK segera sejumlah kasus korupsi yang selama ini di lakukan oleh oknum-oknum pejabat provinsi maupun kabupaten kota di maluku utara tegasnya (tim/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini