BNN Malut Amankan Oknum ASN Halsel

Editor: brindonews.com
Diduga Jadi Kurir Narkoba Sindikat Kelas IIA Ternate

Tiga tersangka peredara narkotika jaringan Jakarta-Makassar saat dihadrikan pada press release BNNP Malut
TERNATE, BRN - Badan Narkotikan Nasional Provinsi atau BNNP Maluku Utara mengungkap peredaran narkotika jaringan Jakarta-Makassar. Dari 3 tersangka di tangkap, satu diantaranya seorang ASN di salah OPD di Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan.

Kepala BNNP Maluku Utara Edi Swasono menyatakan, oknum ASN yang diamankan itu bernama Djunaidi Fatahun alias Jun. Pria berusia 38 tahun ini ditangkap pada Rabu 29 Januari 2019 pukul 22.15 WIT malam.

“Jun merupakan warga Desa Mandaong, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan. Jun adalah salah satu ASN  yang saat ini menjabat sebagai kepala seksi,” kata Edi saat merilis pengungkapan narkoba di Ruang Rapat BNNP Malut, Rabu (5/2) siang.

Tersangka Jun ditangkap tepat di depan rumahnya di Desa Mandaong. Saat itu, dia menerima satu bungkus paket berisi narkotika. Edi mengatakan, sebelum penangkapan terhadap Jun, petugas lebih menangkap Fadel Afdal Samad alias Fadel dan Izkarnain alias Ain.

Kedua warga Jambula itu diamankan pada Jumat 24 Januari 2019 pukul 22.52. WIT malam. Dari tangan kedua mekanik ini petugas menemukan barang bukti 3 bungkus plastik bening berisi sabu berat 2,31 gram dan 3 bungkus plastik bening ganja berat 3,80 gram.

“Petugas juga menyita 1 buah HP Xiaomi Redmi 4A putih, charger HP Vivo dan 1 HP Mito,” kata Edi. “Fadel dan Ain dikenakan Pasal 112 ayat (1) 114 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan sangkaan menerima, memiliki, menyimpan, menguasai dan menjadi perentara dalam jual beli Narkotika dengan hukuman pidana penjara maksimal 20 tahun,” sambung Edi.

Sedangkan tersangka Jun, kata Edi, penangkapan terhadapnya berdasarkan informasi dari personil  Bea dan Cukai Ternate tentang adanya pengiriman paket ganja dan sabu dari Jakarta tujuan Ternate, kemudian dilanjutkan ke Pulau Bacan, Halmahera Selatan.

Pengiriman jasa ekspedisi TIKI bermodus operandi dengan pengiriman paket onderdil motor itu langsung ditindaklanjuti. Di tangannya petugas menyita ganja lebih dari 524 gram dan sabu 1,74 gram serta 1 HP OPPO.

“Pelaku dijerat Pasal 111 ayat (1), 112 ayat (1) dan 114 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan hukuman pidana penjara maksimal 20 tahun.”.

“Berdasarkan hasil investigasi penyidik BNNP Malut, diketahui tersangka menerima dan akan kembali mengirim paket barang haram tersebut berdasarkan permintaan salah satu oknum warga binaan Lapas Kelas IIA Ternate,” (brn).
Share:
Komentar

Berita Terkini