Polisi Bekuk Mantan Bendahara Pengguna Narkoba

Editor: brindonews.com
Empat tersangka penyalahgunaan narkoba yang diamankan
TERNATE, BRN - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Daerah Maluku Utara atau Polda Malut menciduk empat terduga penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu. Dari keempat orang yang diamankan itu, salah satunya oknum aparatur negeri sipil di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Malut berinisial RRS alias Udi (39). Udi merupakan warga Kelurahan Bastiong, Ternate Selatan, Kota Ternate, Maluku Utara.

Direktur Reserse Narkoba Polda Malut, Kombes Pol. Setiadi Sulaksono menyebut, empat tersangka tersebut masing-masing inisial, GIK (21), IAR (35). RS (27) dan RRS (39). Penangkapan terhadap mereka merupakan satu rangkaian.

Bermula dari penangkapan dilakukan terhadap RS pada 16 Januari 2020 di lingkungan Jerbus, Kelurahan Tanah Tinggi Barat. Ditangan pelaku anggota menemukan barang bukti sabu seberat 0,15 gram dan uang tunai Rp 100 ribu yang merupakan hasil penjualan narkoba. Berbekal penangkapan pertama,  anggota kemudia meringkus GIK pada esok hari, atau 17 Januari 2020 di Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah, Kota Ternate, dengan barang bukti 0,54 gram sabu, handphone dan beberapa bukti pendukunga lainnya.

Setiadi mengemukakan, tersangka RRS merupakan mantan Bendahara Disnakertrans Malut. Dia ditangkap pada 17 Januari 2020 di Kelurahan Bastiong, dengan barang bukti 1 sachet kecil sabu berat 0,36 gram, satu pembungkus rokok, satu alat hisap sabu, 1 kaca pireks berisi sisa pakai ssabu dan handphone.

“Dari rangkain ini, anggota kembali mencidul IAR, dengan bukti 40 sachet kecil diduga berisi daun ganja kering, 1 sachet besar diduga berisi daun ganja kering, 2 sachet kecil diduga berisi biji ganja dengan berat total keseluruhan 78,62 gram. Dia ditangkap di teras rumahnya,” kata Setiadi didampingi Kabid Humas Polda Malut AKBP. Adip Rojikan saat jumpa pers, Senin (20/1) sore.

Akibat perbuatannya, ke empat tersangka dijerat Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. RRS dikenakan Pasal 112 junto 127 ayat 1, RS disangkakan Pasal 112 junto 114 ayat 1,  IAR dijerat Pasal 114 junto 111 ayat 1, dan  GIK dikenakan Pasal 112 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (na/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini