Lagi, OJK Temukan Investasi Bodong

Editor: brindonews.com
Nasabah Ditawarkan Ponsel hingga Mobil Pajero

Ilustrasi investasi bodong (sumber foto liputan6.com)
Satuan tugas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan ((SWI OJK) kembali menemukan investasi bodong. Investisai dengan nama MeMiles ini menyeret sejumlah selebriti ibu kota.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengatakan, MeMiles memiliki modus yang sama seperti investasi bodong lainnya. Yaitu, memberikan iming-iming bonus yang menggiurkan. “Modusnya adalah penawaran kegiatan periklanan dengan sistem top up uang untuk mendapatkan bonus atau hadiah,” kata Tongam seperti dikutip di laman kompas.com, Jumat (10/1/2020).

Bonus yang didapat nasabah bervariasi, mulai dari ponsel hingga mobil. Bonus tersebut diberikan tergantung jumlah top up nasabah. “Top up Rp 300.000 dapat HP, top up Rp 3 juta dapat motor, dan Rp 7 juta dapat mobil Pajero,” kata Tongam merincikan besar investasi nasabah.

Praktik investasi bodong dengan omzet mencapai Rp 750 miliar ini sebelumnya diungkap atau dibongkar Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian daerah Jawa Timur. MeMiles menjelaskan dirinya sebagai platform aplikasi yang bergerak di bidang Digital Advertising yang memadukan 3 jenis bisnis, yaitu advertising, market place dan traveling. Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Luki Hermawan mengatakan investasi ilegal tersebut dijalankan tersangka dengan menggunakan nama PT. Kam and Kam yang berdiri delapan bulan lalu tanpa mengantongi izin. Luki menyebut, tersangka berinisial KTM (47) dan FS (52) pernah melakukan penipuan dengan kasus yang sama tahun 2015 di Polda Metro Jaya.

Menyeret artis ibu kota
Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) membeberkan identitas empat figur publik atau artis yang diduga berkaitan dengan aplikasi investasi bodong beromzet ratusan miliar itu.

Mereka adalah Eka Deli (RD), Marcello Tahitoe (MT) alias Ello, Adjie Notonegoro (AN), dan Judika (J). Keempatnya juga telah dipanggil penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim untuk dimintai keterangan. “Kami sudah melakukan panggilan saksi beberapa nama papan atas, public figure atau artis. Ada saudara ED, MT, AN, dan J,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, seperti dilansir di CNNIndonesia.com.

Truno mengatakan empat artis tersebut dipanggil dalam waktu yang tidak bersamaan. Eka Deli dijadwalkan Senin (13/1), Marcello Tahitoe dijadwalkan Selasa (14/1), Sedangkan Adjie Notonegoro dan Judika dijadwalkan Rabu (22/1). “Panggilannya tidak bersamaan. Tapi penyidik akan menyampaikan proses ini,” katanya.

Tiga orang artis yang dipanggil untuk mendatangi Mapolda Jatim pekan depan yakni Eka Deli, Marcello, dan Judika merupakan surat panggilan pertama. Sedangkan pemanggilan kepada Adjie Notonegoro pada pekan depan, kata Truno merupakan dari surat pemanggilan kedua. “Ada beberapa yang sudah kedua (surat panggilan kedua) ya saudara AN itu kedua,” ujarnya.

Kendati demikian, dari empat artis tersebut, hanya artis Judika yang baru memberikan konfirmasi kehadirannya kepada Polda Jatim. “J, sudah mengonfirmasi terkait ketidakhadirannya pada penyidik untuk menunggu dari tim manajer karena ada kegiatan di Jakarta,” ujarnya.

Dirkrimsus Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setyawan mengakui pihaknya menduga adanya puluhan figur publik lain yang juga terlibat dalam investasi bodong ini. “Kalau figur publik kalau jumlah detail kita belum bisa datakan. Tapi ada lah puluhan ini ada artis. Bisa artis bisa yang dikenal oleh publik sebagai figur,” kata Gidion.

Gidion juga mengatakan peran para figur publik ini beragam. Ada yang ikut menerima reward, ada yang ikut berinvestasi hingga ada pula yang hanya menerima endorse. Sementara ini, kata dia, pihaknya baru memanggil empat di antara puluhan artis tersebut. Empat artis ini akan diperiksa sebagai saksi.

Bonus perusahaan

Mekanisme investasi yaitu setiap anggota berhasil merekrut anggota baru mendapatkan komisi atau bonus dari perusahaan. Jika ingin memasang iklan, anggota harus memasang top up dengan dana dimasukkan ke rekening PT Kam and Kam. Dengan top up itu, anggota memperoleh bonus atau reward bernilai fantastik. “Dana masuk antara Rp 50 ribu sampai Rp 200 juta,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol. Luki Hermawan.

Anggota banyak tergiur karena bonus yang dijanjikan tersangka. Luki mencontohkan, dengan hanya menyetor Rp 50 juta, anggota bisa memperoleh mobil seharga di atas Rp 100 juta. “Dalam mengusut kasus ini kami bekerjasama dengan pihak OJK,” kata Luki kepada liputan6.com. (brn/kmp/cnn/liputan6)
Share:
Komentar

Berita Terkini