Ijin PT. Ara Terancam Dicabut

Editor: brindonews.com
Kasi Pengak Hukum LH dan juga penyidik PPNS Dinas Lingkungan Hidup, Yusra H Noho

SOFIFI,BRN - Hingga saat ini PT Ara belum memasukkan laporan tertulis ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku Utara. Olehnya itu dalam waktu dekat akan diterbitkan surat teguran kedua. Apabila tidak lagi direspon, wajib hukumnya diproses hukum dan dicabut izinya.  

Kasi Pengak Hukum LH dan juga penyidik PPNS Dinas Lingkungan Hidup, Yusra H Noho mengatakan, PT ARA sudah melanggar apa yang tertuang dalam dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) yang seharusnya dibangun sedimenpon. Akan tetapi fakta di lapangan tidak ada. Sedimenpon yang diwajibkan untuk mensterilkan krom, setelah itu dibuang ke media lingkungan, juga tidak memiliki ijin tempat penyimpanan sementara (TPS) limbah b3, tidak memiliki gedung penyimpanan bahan B3, akibatnya PT ARA diberikan teguran untuk segera menyelesaikan kekurangan-kekurangannya.

Dengan beberapa pelanggaran tersebut, DLH Provinsi Malut akhirnya mengelurkan surat teguran pertama dan meminta pihak perusahan untuk segera menyelasikan apa yang belum dilakukan sesuai dengan isi dokumen Amdal. Meski begitu tidak direspon hingga jatuh tempo waktu yang diberikan 90 hari.

Menurutnya, dalam waktu dekat akan dikonsultasikan dengan Kepala Dinas DLH untuk diterbitkan teguran kedua. Apabila waktu yang diberikan tidak lagi direspon, maka DLH akan berkoordinasi dengan aparat penegah hukum serta insansi terkait untuk dilakukan eksekusi sesuai dengan aturan yang berlaku.

“ Dalam ketentuan Undang-undang  23 lebih mengedepankan adminsitrasi, apabila tidak dilakukan, maka konsekuensinya akan dilaporkan ke aparat penegak hukum, sesuai dengan amanat undang-undang tentang lingkungan,”ujarnya.

Terpisah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Fachruddin Tukuboya kepada wartawan di kantor Gubernur, Senin (20/1/2020) mengatakan, dalam waktu dekat akan diterbitkan surat teguran kedua untuk PT Ara karena tidak menaati peraturan. Semua perusahan itu wajib memiliki rencana pengelolalan lingkungan.

Initinya DLH tetap menerbitkan surat teguran kedua terhadap PT Ara, sebab teguran pertama sejauh ini tidak direspon secara tertulis” tegasnya.(Tim/Red)
Share:
Komentar

Berita Terkini