DLH Kantongi Data Pembuangan Ore PT Tekindo

Editor: brindonews.com
SAMSUL BAHRI ISMAIL
TERNATE, BRN - Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kabupaten Halmahera Tengah akhirnya mengantongi data pembuangan ore atau limba produksi nikel dari PT. Tekindo Energi. Data sementara itu diperoleh setelah dilakukan investigasi.

Kepala DLH Halmahera Tengah Samsul Bahri Ismail menyatakan, tim investigasi internal itu dipimpin Abubakar Yasin, Kepala Bidang Penataan dan Pentaatan Lingkungan Hidup atau PPLH.

Samsul menyebut, hasil investigasi ini DLH merekomendasikan PT. Tekindo Energi agar melakukan uji sampel terhadap kualitas air laut. Dasar uji sampel ini untuk mencari tahu kualitas air akibat pembuangan sisa material produksi ke laut.

“Pasca adanya indikasi pencemaran air laut yang dilakukan pihak perusahaan saat pemuatan ore beberapa waktu lalu. Uji kualitas air laut ini pada laboratorium terakreditasi, untuk memastikan tingkat pencemaran air laut dan uji batimetri,” kata Samsul, dikonfirmasi via whatsapp, Jumat tadi.

Samsul menyatakan, akan ada konsekuensi sanksi kepada perusahaan. konsekuensi itu bakal diberikan kalau DLH sudah mengantongi hasil uji kualitas air laut. “Rekomendasi yang menjadi pertimbangan teknis sesuai peraturan yang berlaku,” terangnya.

Sebelumnya, DPRD Halteng meminta DLH setempat memberikan sanksi terhadap perusahaan tambang yang beroperasi di Kecamatan Weda tersebut. Pangkal permintaan ini karena pihak perusahaan dengan sengaja membuang ore ke laut.

Munadi Kilkoda menyatakan, penilaian baku mutu air laut disekitar lokasi pembuangan ore untuk mengetahui kondisi lingkungan sekitar. “Kalau misalnya ditemukan indikasi yang cukup parah, maka PT Tekindo Energi segera diberikan sanksi sesuai peraturan hukum yang berlaku,” tandas Sekertaris komisi III DPRD Halteng ini.
Lebih jauh Ketua Fraksi Nasdem Gerakan Rakyat ini menyatakan, pemberian sanksi dianggap pantas, karena kegiatan semacam itu (buang ore di laut) bukan kali pertama, bahkan sudah berulang kali.  Selain faktor kesengajaan dan pembiaran dari Managemen PT Tekindo, alasan ini pemberian sanksi ini mengacu pada laporan masyarakat.
“Llaporan warga ore yang dibuang ke laut sudah dilakukan berulang kali. Ini artinya, ada faktor kesengajaan dan pembiaran dari Managemen PT Tekindo,” katanya. “Mestinya, pembuangan ore itu tidak sampai terjadi, kalau Tekindo benar-benar melakukan pengawasan secara betul,” sambung Munadi, seperti dikuti dilaman poskomalut.com. (mal/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini