Diduga Sebarkan Isu Penculikan Anak, Dua Mahasiswa Terancam 6 Tahun Bui

Editor: brindonews.com
Kapolres Ternate, AKBP. Azhari Juanda merilis pengunggkapan perkara penyebarluasan informasi hoks. Dalam perkara ini dua mahasiswa diduga terlibat.
TERNATE, BRN - Ini akibatnya kalau pengguna telepon pintar (android store) tidak dibarengi dengan literasi atau pengetahuan digital. Kurang dari lima pengguna akun facebook diamankan dalam dugaan penyebarluasan informasi bohong atau hoaks.

Kelimanya diduga menyebarkan kabar hoaks mengenai informasi penculikan anak yang belakangan meresahkan warga Kota Ternate. Para terduga pelaku tersebut berinsial masing-masing, SY (20) mahasiswa semester 4 warga Kelurahan Gambesi, CRA (26) warga Kelurahan Marikurubu, SAR (19) warga Kelurahan Rua dan JH (32) warga Kelurahan Kalumata seta FH (23) mahasiswa semester 3 warga Kelurahan Sasa.

“Lima orang di tangkap ini merupakan tindaklanjut informasi penyebaran berita hoaks di media sosial facebook. Mereka memosting isu penculikan anak di akun mereka masing-masing,” kata Kapolres Ternate, AKBP. Azhari Juanda.

Azhari mengatakan, para terduga pelaku ini diberlakukan tahanan wajib lapor dua kali per pekan. Langkah itu diambil menurut Azhari, sembari menunggu selesainya penyelidikan. “Penyidik sudah ambil keterangan berdasarkan hasil postingan mereka di facebook, sekarang masih dilakukan pendalaman oleh penyidik. Selanjutnya kami akan panggil ahli bahasa untuk mengkaji status mereka,” katanya.

Kelima terduga pelaku disangkakan Pasal 45A ayat (2) junto 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomo 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, dan atau Pasal 14 KUHP dengan ancaman enam tahun bui dan atau denda paling banyak Rp1 miliar. (brn)
Share:
Komentar

Berita Terkini