Desak Gubernur Copot Plt Kadis Pertanian

Editor: brindonews.com
Surat keputusan yang ditandatangani Abdul Gani Kasuba. SK tentang tentang Penetapan Pengguna Anggaran dan Bendahara Pengeluaran, penerima selaku pejabat pengelola keuangan yang bersumber dari dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan  pada dinas pertanian Provinsi Maluku Utara tahun 2020 ini nomornya diduga dipalsukan Kepala Dinas Pertanian Malut. 
SOFIFI, BRN - Gubernur Provinsi Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba diminta segera mencopot Jabir Ibrahim sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Maluku Utara. Permintaan itu menyusul yang bersangkutan diduga melakukan pemalsuan penomoran surat keputusan yang ditandatangani Abdul Gani Kasuba.

Koordinator Lembaga Pengawasn dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (LPP-Tipikor) Provinsi Malut, Alan Ilyas dalam orasinya mengatakan,  SK Gubernur Maluku Utara nomor : 623/KPTS/MU/2019 tentang Penetapan Pengguna Anggaran dan Bendahara Pengeluaran, penerima selaku pejabat pengelola keuangan yang bersumber dari dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan  pada dinas pertanian Provinsi Maluku Utara tahun 2020 tanpa berdampak hukum, karena tidak melalui biro hukum.

Gubernur segera mencopot Jabir Ibrahim selaku Plt Kadis Pertaninan dalam rangka menjaga marwah dan harga diri birokrasi pemerintah di mata masyarakat. Kepala dinas adalah bawahan gubenur, akan tetapi dengan sengaja memalsukan nomor SK yang ditandatangani gubernur.

Menurutnya, penomoran SK yang dikeluarkan Jabir Ibrahim bisa berdampak hukum, karena tidak melalui mekansime yang berlaku. Aksi dengan tuntuntan mencopot jabatan Jabir Ibrahim, mereka juga meminta kepada Inspektorat agar segera tindaklanjuti ke aparat penegak humum.

Sebab, Alan menilai dugaan pemalsuan penomoran SK itu berdampak hikum pada aspek pengelolaan keuangan pada dinas pertanian malut.  "Apabila Inspektorat hanya tinggal diam, LPP-Tipikor berjanji akan melaporkan ke Polda Malut," terangnya, Kamis (15/1).

Kepala Inspektorat Malut Ahmad Purbaya saat dihubungi via WhatshApp malam tadi tidak ada respon. Hingga berita ini dipublis, Ahmad Purbaya belum memberikan tanggapan. (na/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini