Deprov Sarankan TKA Asal Tiongkok Dikarantina

Editor: brindonews.com
ILUSTRASI TKA

SOFIFI, BRN - Meskipun sampai saat ini kasus virus Corona belum ditemukan di Provinsi Maluku Utara, sebagai antisipasi virus yang mematikan itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Maluku Utara mendesak Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk mengkarantinakan tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang baru datang.

Pasalnya, dugaan informasi bahwa saat ini sebagian TKA asal Tiongkok yang bekerja di beberapa perushaan tambang di Provinsi Maluku Utara sedang cuti kerja dan pulang ke negara asal merayakan Imlek. Untuk itu perlu diantisipasi dengan melakukan karantina pada saat mereka datang selama 14 hari, sebelum kembali beraktifitas.  Bila perlu TKA yang saat berada di luar, belum diperbolehkan masuk.

“Pemprov harus mengantisipasi terhadap virus Corona ini, dengan melakukan karantina terhadap TKA asal Tiongkok yang baru datang dalam kurun waktu dua minggu. Terutama TKA yang baru selesai cuti kerja untuk merayakan hari raya di Negara asalnya bakal balik ke lokasi kerja,” kata anggota Komisi II Deprov  Malut  Ali Sangaji, kemarin.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu menuturkan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertras) harus menyajikan data TKA asal Tiongkok yang bekerja  di perusahaan tambang di Maluku Utara. Misalnya berapa jumlah TKA yang cuti kerja dan berapa yang sementara beraktivitas di lokasi tambang pasca perayaan Imlek.

Kami desak Gubernur Malut untuk memerintahkan Disnakertrans Malut untuk sajikan data TKA terutama asal Tiongkok, dan berapa yang cuti kerja dan tidak, agar mudah terpantau,” tandasnya.

Menurutnya, virus Corona yang sudah terjangkit di beberapa negera, itu karena rata-rata orang yang baru pulang perjalan dari Cina. Untuk menghindari itu, TKA asal Tiongkok yang saat ini sedang cuti dianjurkan agar belum balik, dan TKA yang baru tiba dalam minggu terakhir dianjurkan untuk di karantina lebih dulu.

Pemprov harus berkordinasi dengan pimpinan perusahaan tambang di Malut, agar untuk sementara TKA yang sementara cuti dan kembali ke negara asalnya diimbau belum bisa masuk, sampai kondisi kembali normal,” harapnya. (na/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini