Dirut CV GM Terancam 6 Tahun Bui

Editor: brindonews.com
Diseret karena terlibat kasus pidana pajak

APRIS RISMAN LIGUA
TERNATE, BRN - Kejaksaan Tinggi Maluku Utara atau Kejati Malut menerima berkas tahap II kasus tindak pidana perpajakan CV Gane Mandiri, Kamis (16/1). Proses penyerahan disertai barang bukti dan tersangka SD alias S, Direktur CV Gane Mandiri.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Malut, Apris Risman Ligua menjelaskan, sebelum dilakukan tahap II, tidak pidana yang melibatkan Direktur CV Gane Mandiri itu ditangani Penyidik Pegawai Negeri Sipil atau PPNS Direktorat Jendral Pajak Kantor Wilayah Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Malut. “Karena ditjen pajak yang melakukan penyilidikan, jadi penyerahannya melalui koordinasi Direktorat Kriminal Khusus Polda Malut,” katanya.

Jaksa madya itu menuturkan, SD diduga melakukan tindak pidana perpajakan berupa tidak menyampaikan SPT Pajak Pertambahan Nilai  atau PPN Juni-Desember 2012. Akibat perbuatan ini kerugian negara sebesar Rp646.865.374,00.

“Jadi ada pajak yang tidak setorkan, yang seharusnya ada kewajiban pembayaran pajak selaku direktur. Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 39 ayat 1 huruf (c), (d), dan (i) Undang-undang nomor 6 Tahun 1983 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2009,” katanya.

“Dalam kasus ini tersangkanya Cuma satu orang. Dia diancam hukuman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak empat kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar,” Apris menambahkan.

Kepala Bidang Kantor Wilayah DJP Suluttengomalut Saifuddin menjelaskan, sebelumnya Tim Penyidik Pajak Kantor Wilayah DJP Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara telah melakukan kegiatan penyidikan terhadap tersangka.

Dari rangkaian itu, petugas menemukan surat pemberitahuan (SPT Masa PPN Masa Juni 2012) yang keterangan atau isinya tidak benar/tidak lengkap, dan tidak menyetorkan PPN yang sudah di pungut.

“Total jumlah dari kerugian negara bersumber satu item pajak yaitu PPN di beberapa masa di 2012,” terangnya.
Menurutnya, kasus pertama yang di sidik ini menjadi perhatian dan peringatan atau warning kepada seluruh wajib pajak di Malut, khususnya di wilayah Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak. Karena itu dia meminta kepada semua perusahaan wajib pajak agar tetap melakukan kewajibannya yang baik dan benar.
“Jika ada kesulitan, silahkan datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ternate untuk mendapatkan penjelasan mengenai bagaimana melakukan kewajiban pajak mereka,” katanya.

“Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan keseriusan dalam melakukan penegakan hukum  (law enforcement)  dalam bidang perpajakan di wilayah Provinsi Maluku Utara,” sambungnya.
Kepala KPP Pratama Ternate Heri Wirawan menambahkan, pesan dalam kasus ini menjadi ‘lampu kuning’ bagi semua wajib pajak, terutama perusahaan. Tetap melakukan wajib perpajakannya dengar benar, yaitu memotong, memungut, dan menyetor ke kas negara. “Kemudian selanjutnya melaporkan ke kami pajak yang sudah setor itu,” ucapnya.
Kabag Wasidik Dit-Reskrimum Polda Malut, AKPB Hengky Setiawan mengatakan, penanganan perkara yang menyeret direktur perusahaan sawit di Gane, Halmahera Selatan itu ditangani mulai 2015 lalu. “Jadi kurang lebih 4 tahun penanganannya,” katanya. (brn)


Catatan redaksi: Berita ini sudah dilakukan revisi satu kali untuk memperbaiki judul, yang sebelumnya tertulis Bos Perusahaan Sawit Gane Terancam 6 Tahun Bui diralat menjadi “Dirut CV GM Terancam 6 Tahun Bui” seperti tertulis di atas. Atas kekeliruan ini redaksi brindonews.com meminta maaf yang sebesar-besarnya. Mohon maaf juga atas ketidaknyamanannya.
Share:
Komentar

Berita Terkini