Ada Alasan Dibalik Perubahan APBD Tahun 2020

Editor: brindonews.com
Mochtar Adam: Deprov tidak bisa cengeng

MOCHTAR ADAM
TERNATE, BRN - Kecurigaan Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi atau Deprov terhadap Pemeritah Provinsi Maluku Utara mengubah dokumen Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2020 mendapat sorotan dari akademis Universitas Khairun, Mohctar Adam.

Menurutnya, jika kedua lembaga sudah saling curiga, menandankan mereka belum efektif dalam menjalankan fungsi masing-masing. Mochtar mengatakan, perubahan dokumen APBD yang dilakukan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) boleh jadi berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri atau Kemendagri.

Kemungkinan, lanjut dia, hasil koreksi itu tidak ditindaklanjuti TAPD ke DPRD. Sehingga pangkal tersebut memicu DPRD mencurigai adanya perubahan APBD tanpa sepengetahuan wakil rakyat. “Jika benar dilakukan perubahan dan penyesuaian oleh TAPD atas hasil evaluasi Kemendagri dimungkinkan tindakan itu dilakukan oleh TAPD” katanya, Ahad (5/1) kemarin.

Jika perubahan itu dilakukan, kata dia, bukan tidak mungkin mengakibatkan revisi anggaran yang terkait dengan usulan DPRD. Sehingga hal ini bisa jadi dilakukan TAPD karena tidak sesuai KUA/PPAS, usulan yang dimasukan tidak sesuai dengan visi gubernur dan berdampak pada pelebaran defisit. “ketiga alasan diatasi menjadi acuan, maka dimungkinkan perubahan dilakukan agar menjaga stabilitas fiskal,” pungkasnya.

Agar kondisi ini cair, dibutuhkan komunikasi yang efektif antara TAPD dan DPRD. Skema komunikasi efektif antara keduanya dapat mengurai berbagai problem belanja yang tercantum dalam APBD tahun 2020.

“Artinya, DPRD tidak bisa cengeng menghadapi dinamika hubungan antar lembaga. Sebaliknya Pemprov jangan arogan dalam mengelola kekuasaan, maka dibutuhkan pola hubungan komunikasi yang efektif keduanya agar dapat membatasi hambatan-hambatan komunikasi antar lembaga” cetusnya.

“Demi mengatasi pola diskomunikasi antar lembaga maka perlu pengaturan dalam regulasi dalam bentuk perda agar antar lembaga tidak mengelola kecurigaan yang berkepanjangan,” katanya menambahkan. (mal/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini