Ibu Hamil Tak Ditangani, Gubernur Tanggung Biaya Operasi

Editor: brindonews.com
Foto Abdul Gani Kasuba melakukan inpeksis mendadak di RSUD Chasan Boesoerie

TERNATE, BRN - Gubernur Maluku Utara  (Malut) Abdul Gani Kasuba saat melakukan inspeksi mendadak di RSUD Chasan Boesoerie, Ternate, Senin (30/12/2019), menemukan seorang ibu, NA (34) yang hamil di luar kandungan tidak ditangani secara medis (operasi) lantaran ia tak punya biaya. Gubernur langsung marah, lalu memerintahkan dokter melakukan operasi dengan biaya yang ditanggung sendiri oleh Gubernur. 

“Melalui program tiga Kartu Sakti yakni Kamu Sehat, Kamu Cerdas, dan Kamu Tumbuh, maka pelayanan kesehatan di Kelas III di RSUD Chasan Boesoerie harus gratis,” tegas gubernur.

RSUD  Chasan Boesoerie, kata Gubernur, telah menjadi Badan Layanan Umum Daerah atau sudah berdiri sendiri sehingga tidak lagi ada campur tangan Pemprov  dalam pengelolaan anggarannya. “Saya harapkan, jangan sampai ada kemahalan biaya kesehatan, terutama Kelas III harus gratis,” katanya.  

Pemprov, lanjut Gubernur, akan tetap mengupayakan penganggaran untuk BPJS Kesehatan yang diprioritaskan di tahun 2020. “Untuk mencari tau itu, maka  saya langsung mengecek RUSD ini, Kelas III ini untuk melihat perkembangan. Alhamdulillah semua BPJS sehingga hampir semua gratis,” ujarnya.

Namun, pasien ibu hamil itu belum memiliki BPJS sehingga tidak mampu membiayai  operasi. Saya ada marah dokter kanapa samapai begitu, karena itu saya minta langsung operasi nanti saya tanggung jawab, ujarnya, seraya menambahkan, Kalau  mempercepat pengobatan (dan operasi) namun (pasien) tidak ada dana, maka (pihak rumah sakit) harus komunikasikan ke pemerintah sehingga bisa ditangani,” ucapnya.

Di kesempatan itu, Gubernur kembali mengingatkan bahwa sejak awal dirinya menegaskan, pendidikan dan kesehatan jangan dipersulit, apalagi bagian kebidanan. Sebab Gubernur ingin agar semua ibu yang melahirkan ditangani dengan baik sehingga bisa selamat.

“Pokoknya saya tegaskan jangan sampai ada yang sakit kemudian  keluar dari rumah sakit tidak bisa karena tidak bayar, kasi tau biar  tong tangani, itu torang punya tanggungjawab,” jelasnya. Gubernur juga inginkan pelayanan kesehatan di  Kelas III gratis.

Meskipun demikian, Gubernur  mengaku, selama ini masih banyak keluhan dari masyarakat, meskipun  menggunakan BPJS masih ada pungutan. Sehingga  ia tegaskan, masyarakat melaporkan jika petugas kesehatan yang masih melakukan pungutan tersebut. (ces)
Share:
Komentar

Berita Terkini