|

Chan-Kasman Dorong IPM di Halut

Paslon dr. Chan (kameja hitam) dan Kasman Hi. Ahmad (kacamatan) saat berpose bersama Ketua DPC Gerindra Halut Arifin Abd. Rahim dan Sekretaris DPD Gerindra Malut, Machmud Esa (kanan dari dr. Chan). Foto ini diabadikan usai dr. Chan dan Kasman mengikuti fit and proper test DPC Gerindra Haltim di Hotel Grand Majang, Sabtu (30/11) pekan kemarin.
TERNATE, BRN - Halmahera Utara menjadi satu dari delapan kabupaten di Provinsi Maluku Utara yang akan menggelar pemilihan kepala daerah atau pilkada serentak di 2020 mendatang. Sejumlah nama pun mulai bermunculan menghangatkan bursa bakal calon bupati dan wakil bupati, selain dari kandidat petahana Frans Manery. Yang terhangat saat ini, DR. Kasman Hi. Ahmad dan dr. Chan dikabarkan menyatakan siap berpasangan untuk melawan sang petahana.

Kondisi pendidikan di Halmahera Utara belum menunjukkan kemajuan signifikan dan program pemerintah daerah yang belum diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan, perekonomian, dan kesehatan serta terindikasi buruknya kondisi pendidikan di Halmahera Utara (Halut) yang berdampak serius terhadap indeks pembangunan manusia (IPM) di Halut membuat mereka berdua maju bertarung. Dalam mencoba keberuntungan pada kontestasi 2020 mereka mengusung visi Mewujudkan Halmahera Utara Yang Sehat, Cerdas, Terdidik dan Sejahtera.

Disambangi usai fit and proper test Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya atau DPC Gerindra Halmahera Timur, Sabtu (30/11) di Hotel Grand Majang akhir pekan kemarin dr. Chan mengukapkan, motivasinya untuk maju dalam kontestasi Pilkada 2020, yaitu ingin lebih meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan di Halut.

Chan mengemukakan, visi Mewujudkan Halmahera Utara Yang Sehat, Cerdas, Terdidik dan Sejahtera itu disesuaikan dengan kondisi ril Halut. Belum meratanya pelayanan kesehatan, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pendidikan dan kesehatan  dan tingginya angka kematian anak dan ibu menjadi dasar perumusan visi.

“Untuk membangun sumberdaya manusia melalui pendidikan tentunya membutuhkan berbagai unsur pendukung, terutaman sarana dan prasarana pendidikan. Begitu juga dengan kesehatan,” katanya.

Kasman Hi. Ahmad mengatakan, indeks pembangunan manusia (IPM) menjadi ukuran maju tidaknya sebuah daerah. Derajat kesehatan yang terjamin, akses pendidikan yang menjangkau di semua aspek  dan pendapatan ekonomi masyarakat merupakan tiga indikator yang harus didorong dalam memenuhi kesejahteraan suatu wilayah.

“Maka saya dan pak dokter (dr. Chan) mencoba untuk mendorong kembali tentang sumber daya manusia yang berbasis pada pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Tanpa tiga ini, secanggi apapun perencanaan dan secanggi apapun negara itu membangun daerah kalau tidak ada pendidikan, kesehatan dan ekonomi tidak mungkin berhasil. Kita boleh berlimpah ruah sumberdaya alam seperti di Halut, tapi kalau tidak di dukung dan dikelolah dengan baik  oleh sumberdaya yang terampil,sumberdaya manusia (SDM)yang tersedia, sumberdaya alam (SDA) tidak berarti apa-apa buat kita. Maka SDA itu harus dibarengi dengan pengembangan SDM sehingga dia akan menjadi investasi bagi generasi yang akan datang,” katanya.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah (UMMU) Ternate ini mengemukakan, angka partisipasi kasar perguruan tinggi maupun pendidikan dasar dan menengah di seluruh Maluku-Maluku Utara masih jauh di bawa rata-rata. Potret ini mengindikasikan rendahnya kondisi pendidikan dan kesehatan masyarakat.

“ Kita di Halut tentu dengan empat perguruan tinggi menunjukkan angka partisipasi kasar perguruan tnggi sudah tinggi, bisa diatas 20 persen. Tapi yang menjadi problem adalah seperti apa program yang berpihak yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk mendorong percepatan SDM yang ada di daerah,” katanya.

“Kemudian untuk kesehatan saya pikir sama dengan pendidikan. Tenaga kesehatan dan guru itu akan menjadi prioritas. Untuk melakukan pelayanan tentu diikuti oleh perbaikan infrastruktur dan fasilitas pendukung lainya yang akan diarahkan kesana,” sambungnya. (brn)
Komentar

Berita Terkini