|

10 OPD Pemprov Jabar-Malut Tandatangani MoU

PENANDATANGANAN DOKUMEN MoU
SOFIFI, BRN -  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara dan Pemprov Jawa Barat akhirnya menandatangani nota kesepahaman kerja sama, Kamis (12/12) di ruang rapat lantai IV Kantor Gubernur Malut. Pendatanganan dokumen legal persetujuan antara dua belah pihak atau memorandum of understanding (MoU) itu merupakan tindaklanjut kerja sama pembangunan anatar Maluku Utara (Malut) dan Jawa Barat (Jabar) yang ditandatangani Gubernur Malut, KH. Abdul Gani Kasuba dan Ridwan Kamil pada 9 Juli 2019 lalu.

Inspektur Provinsi Jabar, Ferry Sofwan Arif menjelaskan, menjalin kerja sama dengan Pemprov Maluut merupakan wujud implementasi dan kolaborasi yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi maupun efektivitas penyelenggaraan pembangunan baik di Jabar maupun Malut.


Ferry menyebut beberapa program telah diluncurkan dan sudah dirasakan manfaatnya. Diantaranya, Jabar Quick Response, layad rawat, kredit kesra, desa digital, Jabar Masagi, Magrib Mengaji, Kolecer, Candil, Sekoper Cinta, Ulama Juara, Satu Desa Satu Hafidz, Cyber Hoax, One Pesantren One Product, One Village One Company (Desa Juara) dan beberap program lainnya.

Hal pendanaan pembangunan daerah, kata Ferry, Pemprov Jabar tidak hanya menitikfokuskan anggaran pendapatan belanja daerah maupun anggaran pendapatan belanja negara saja, melainkan kolaborasi pendanaan.

“Seperti pinjaman bank, kerja sama antara pemerintah dan dadan usaha/public private partnership, dana umat, cooperate social responsibility, dan obligasi daerah. Sehingga program kerja pembangunan infrastruktur di Jawa Barat dapat terlaksana dengan baik sesuai perencanaan,” jelasnya.

Berharap perjanjian kerja sama yang ditandatangani segera diimplementasikan sesuai rencana kerja yang disepakati. Untuk perangkat daerah lainnya agar saling koordinasi dalam pembahasan dan penyusunan perjanjian kerja sama. “Diharapkan dapat segera dilakukan acara penandatanganan kerja sama pada tahap berikutnya.
Adanya kerja sama ini semoga pembangunan di Malut dijadikan konsep kerja sama kewilayahan/kawasan di Indonesia dalam menyukseskan pembangunan nasional dan pemerataan pembangunan,” harapnya.


Salmin JanidiAsisten III Setda Malut menyatakan, percepatan atau pembangunan Ibu Kota Sofifi masuk main project  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Negara atau RPJM 2020-2024 Pemerintah Pusat. Tentu dengan modal ini percepatan Sofifi lebih dioptimalkan dan menjadi priotitas pembangunan daerah.

Salmin mengemukakan, meski mampu mendongkrat pertumbuhan ekomnomi di level 7,4 persen secara nasional, pertambangan dan industri pengolahan nikel masih kalah dibandingkan sektor pertanian dan perikanan.

Di sektor perikanan menyumbang kontribusi pertumbuhan ekomomi diangka 7,5 persen dengan laju pertumbuhan 13 persen. Pengembangan sentra-sentra produksi perikanan diarahkan pada komuditas Ikan Tuna, Cakalang, Tongkol, Udang Vaname dan rumput laut.

“Untuk sektor pertanian, pertumbuhan ekonomi sebesar 14 persen, namun masih memiliki tingkat pertumbuhan yang relatif rendah. Sumbangan ini adalah buah dari komoditi perkebunan, kelapa, pala, cengkeh dan kakao. Sementara untuk tanaman pangan meliputi padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu dan jalar,” kata Salmin saat membacakan sambutan Abdul Gani Kasuba.

Guna mewujudkan program prioritas, menurutnya Salmi, Pemprov Malut sedang mempersiapkan konsep pembangunan Gosale-Kamu atau Go-Kamu. Go-Kamu adalah rancangan inovasi berbasis elektronik meliputi Kamu sehatKamu Cerdas, dan Kamu Tumbuh dalam rangka penanganan stunting dan ibu hamil, peningkatan akses belajar berkelanjutan serta perluasan lapangan kerja baru serta peningkatan pendapatan.

“Karena itu pak gubernur juga meminta kepada pimpinan OPD terkait, agar dapat bekerja secara sungguh-sungguh untuk mencapai tujuan kerja sama sebagaimana yang diharapkan,” katanya. (brn/red/adv)
Komentar

Berita Terkini