|

Tiga Wanita Yang Diduga Terlibat Prostitusi Online Bebas Dari Hukuman


Tiga wanita yang diduga terlibat kasus prostitusi online 

TERNATE BRN – Tiga wanita yang diduga terlibat kasus prostitusi online yang di amankan polisi belum lama ini, resmi dibebaskan karena tidak memenuhi unsur hukum.

Katiga wantia cantik yang diduga terlibat prostitusi online masing-masing berinisial MT (21) salah satu warga Tobelo, AD (17) salah satu warga Kelurahan Tabona lingkungan Jan, dan DS (24) salah satu warga Kelurahan Maliaro lingkungan BTN Simpang Lima.


Kasubdit IV Dit Reskrimum Polda Malut AKBP Nico Adreano setiawan, mengatakan penangkapan tiga orang wanita saat operasi anggota Dit Binmas Polda Malut II wiliayah hukum Kota Ternate, mengamankan tiga wanita cantim di hotel yang berbeda.

"Mereka ini di amankan di TKP yang berbeda yakni MT diamankan di Hotel Surya Pagi kamar nomor 107, AD dimanakan di Penginapan Lemon Iin kamar nomor 03 dan DS diamanakan di hotel Wisma D'bozz kamar nomor 205," kata Nico kepada wartawan, Senin (4/11/2019).

Dari hasil pengembangan penyelidikan kata Nico,  untuk perkara dugaan kasus ptostitusi online ini masuk dalam pasal 296 Jo pasal 506 KUHP namun dari hasil gelar perkara awal bahwa ketiga wanita yang telah di amankan ini tidak masuk unsur.

“Pada saat di amankan oleh anggota belum ada proses transaksi berupa penyerahan uang maupun kontak seks tidak terjadi sehingga tidak terpenuhi unsur hukum,” Jelasnya.

Ia menambahkan, jika dikaitkan dengan undang-undang ITE juga belum bisah terpenuhi unsur, mengingat hanya ada komunikasi saja melalui salah satu aplikasi tidak ada unsur pornogravi dalam hal video maupun foto-foto bugil yang di sebar ke pemesan.

“Kasus prostitusi online ini hanya kami lakukan pembinaa, khusus untuk satu orang wanita berinisial AD (17) kami serahkan kepada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Malut untuk di bina dan langsung di serahkan kepada orang tuanya yang ada di Tobelo,” Akunya.

Kata Nico, sesuai undang-undang yang masuk pidananya itu yakni mucikari dari ketiga wanita yang di amankan itu tidak terpenuhi karena di temukan hanya di chating lewat salah satu aplikasi.

“Kasus ini polisi sudah periksa beberapa saksi untuk menanyakan keberadaan meraka serta dari hasil pengembangan penyidik tidak ditemukan arah yang mengarah ke pidana mucykari,” Katanya.

Niko juga menambahakan, untuk ketiga wanita ini sudah dilakukan pembinaan dan langsung di pulangkan ke orang tua mereka masing-masing serta dari hasil keterangan mereka terlibat dalam kasus gelap ini baru sekali melakukanya melalui aplikasi untuk memesan target pasangan mereka.

"Pengakuan tiga wanita, baru sekali melakukan hal  tersebut. Untuk kasus prostitusi online ini baru saja terjadi dan baru sekali ini kami tanggani kasus tersebut," Tutupnya (Shl)


Komentar

Berita Terkini