Siswi Kelas II Mts Jadi Koban Cabul Ayah Kandung

Editor: brindonews.com
ILUSTRASI
JAILOLO, BRN - Unit Pelayanan Perempuan dan Anak atau PPA Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resort (Sat Reskrim Polres) Halmahera Barat berhasil menangkap RA, terduga pelaku pencabulan anak kandungnya sendiri.

Pria 31 tahun itu sebelumnya dilaporkan pihak keluarga di Kepolisian Sektor atau Polsek Ibu pada Rabu, (13/11/2019) pekan lalu. Dia ditetapkan tersangka sebelum melarikan diri ke Halmahera Selatan atau tepatnya di Bacan Barat selama empat hari. Pelarian ayah bejat ini kandas setelah Anggota PPA Sat Reskrim Polres Halmahera Barat meringkus dan menitipkan pelaku di Polres Halmahersa Selatan (Halsel).

“Ditangkap oleh anggota  pada Senin (18/11/2019) kemarin dan sempat dititip di Polres Halsel, selanjutnya di jemput dan di bawa ke Polres Halbar,” kata Kepala Unit PPA Polres Halmahera Barat (Halbar), Brigpol Abdurahman Kaplale, Sabtu kemarin.

Abdurahman mengatakan, proses pengembangan kasus ini sebanyak tiga orang saksi sudah diperiksa, termasuk korban. Pelaku di jerat Pasal 82 ayat (1) junto 76E atau 82 ayat (2) dan atau 81 ayat (1) junto 76D atau 81 ayat (2) atau Pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Peraturan Pemerintah penganti Undang-undang No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“terduga korban pencabulan sudah di visum oleh Dokter Rumah Sakit Umum Derah Jailolo. RA diancaman paling dibawa 5 dan paling diatas 15 tahun penjara,” tandasnya.

Komitmen Kapolda Malut

Kepala Polres Halbar Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Aditya Laksimada menambahkan, penanganan kasus pencabulan anak dibawah umur menjadi perhatian serius dan komitmen Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara, Brigjen Pol. Suroto.

Aditya mengatakan, dalam pertemuan atau rapat bersama polres jajaran se-kabupaten/kota pada 21-22 November 2019, masing-masing polres diperintahkan menindak tegas terhadap pelaku tindak pidana pencabulan anak. “Selain itu kami juga diminta lakukan kegiatan preventif dan premetif,” katanya.

Dilakukan Saat Masih di Bangku Mts

Ditemui di balik jeruji Polres Halbar, RA menyebut perbuatannya itu dilakukan saat putirnya Mawar (bukan nama sebenarnya) masih duduk di bangku kelas II di salah satu Madrasah Tsanawiyah (Mts) di Ibu, Kabupaten Halbar, Maluku Utara.

RA saat berada di jeruji besi Polres Halbar
RA bahkan mengaku perlakuan bejatnya itu dilakukan sejak 2018 lalu. Saat itu dilakukan di sore hari memanfaatkan rumah dalak keadaan sepi. “Korban baru pulang sekolah. Saya masuk menghampirinya dan langsung merayunya,” kata ayah Mawar mengisahkan. “Kali pertama itu sekitar sore. Mawar sempat berontak tapi saya kemudian membujuknya sambil meremas ‘maaf’ bagian payudara,” sambung RA.

Ayah Mawar menyebut, perlakuan itu dilakukan sudah tujuh kali. RA membantah, apa yang dilakukan hanya sebatas ‘pelecehan seksual’ tidak mengerucut pada hubungan intim layaknya suami isteri.

“Kalau sampai tingkat berhubungan badan tidak pernah saya lakukan, hanya sebatas memegang payudara. Pernah sekali saya masukan jari ‘maaf’ ke kemaluannya,” katanya. “Setiap aksi saya dalam keadaan sadar, tidak dipengaruhi minuman keras (miras),” akuinya.

Berawal Dari Kecurigaan Istri

RA menduga aksinya itu diketahui sang istri pada Agustus 2019. Saat itu dia bersama Mawar berduaan di ruang tamu sambil memeluk dan meremas payudara korban. RA yang tengah asyik tiba-tiba dikejutkan bunyi pintu dari sang isteri. “Kemungkinan ibunya tahu saat lihat dari jendela dan sempat curiga,” ujarnya.

RA menjelaskan, paska kecurigaan tersebut, dia berangkat ke Kayoa, Halsel untuk bekerja di Pajeko (perahu yang digunakan mencari ikan oleh nelayan tradisional). Belum lama di Kayoa, dia mendapat informasi anak dari kakaknya sakit dan dirawat di RSUD Jailolo dan butuh dana untuk menyelesaikan biaya administrasi.

“Kemudian saya balik ke Jailolo membantu menyelesaikan biaya pengobatan anak kakak. Lalu istri saya telpon, manangis (menangis) dan minta saya tara (tidak) usah pulang karena keluarga dari istri sudah tahu peristiwa yang saya buat. Dalam pembericaan itu istri bilang keluarganya ancam dan bakal menghabisi saya lantaran tara terima perbuatan itu,” jelasnya. (yadi/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini