Mantan Bendahara Dispora Halbar Jadi Tersangka Kasus Paskibraka

Editor: brindonews.com
KANTOR KEJARI HALBAR
HALBAR, BRN - AJ, mantan Bendahara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) ditetapkan tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) Anggaran Pasukan Pengibaran Bendera (Paskibraka) Halbar tahun 2017. Ia ditetapkan tersangkan pekan lalu.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Halbar, Gama Palias menyatakan, usai ditetapkan tersangka, AJ kembali dipanggil menjalani pemeriksaan lanjutan. “Tersangka datang bersama penasehat hukumnya. AJ diperiksa penyidik selama satu jam mulai pukul 10.00 - 11.00 WIT,” kata Gama, Jumat (1/11).

Gama mengatakan, penetapan tersangka atas AJ dilihat dari hasil proses atau progres perkara. Penetapan tersangka bisa saja tunggal dan lebih dari satu. “Pengembangan ini bisa melihat kegiatan yang lain. Kalau misalnya dalam kegiatan keseluruhannya ada temuan-temuan atau indikasinya kesana (tersangka lain) kita bisa proses untuk tersangka-tersangka yang lain,” katanya.

Menurutnya, AJ terlibat langsung pembayaran honor, uang saku, dan biaya makan minum Anggota Paskibraka Halbar 2017. Dalam pemberkasan kata Gama, tergantung kelengkapannya. Berkas baru bisa dilanjutkan ke penuntutan kalau semua hasil pemeriksaan baik saksi maupun tersangka dinyatakan lengkap. “Kalau penuntutan nanti dilimpahkan ke pengadilan tipikor,” tandasnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Halbar, Salomina Meyke Saliama membenarkan adanya penetapan tersangka AJ. Salomina mengatakan, dugaan penyalahgunaan anggaran Paskibraka Halbar tahun 2017 ini sudah sebelsa saksi dimintai keterangan.

“Dalam kasus ini kita maraton dua hari sejak Kamis kemarin. Hari ini tujuh saksi dan kemarin empat saksi diperiksa,” katanya. “Tidak ada lagi saksi penambahan, ini saksi lama. Hanya dilakukan penyempurnaan,” sambungnya.

Salomina mengemukakan, pada kasus ditemukan kerugian negara senilai Rp 125.550.000,- dari total biaya 700 juta rupiah. “Itu penghitungannya sudah final,” tandasnya. “Tersangka di jerat Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang- undang Tipikor,” sambungnya. (haryadi/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini