|

Mantan Bendahara Dispora Dituntut 20 Tahun Bui

Aprilia Johike saat keluar dari Kejari Halbar. Nampak mantan Bendara Dispora Halbar itu mengenakan rompi orange selanjutnya menuju Lapas Kelas IIB Jailolo unjuk menjalani penahanan selama 20 hari kedepan.  
JAILOLO, BRN - Penyidik Kejaksaaan Negeri Kabupaten Halmahera Barat (Kejari Halbar) akhirnya menahanan Aprilia Johike, tersangka dugaan tindak pidana korupsi atau tipikor anggaran paskibraka tahun 2017. Mantan Bendahara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Halbar ini ditahan berdasarkan surat perintah Kepala Kejari Halbar dengan nomor: Print-33/Q.2.17.4/Fd.2/11/2019 tertanggal 29 November 2019.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Halbar Gama Palias menjelaskan, dasar penahanan tersebut setelah Aprilia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan dana Pasukan Pengibaran Bendera  Pusaka atau Paskibraka Halmahera Barat tahun 2017. Pada kasus ini merugikan keuangan negara senilai Rp 125.550.000 dari total anggaran 700 juta rupiah. “Ditahan selama 20 hari, terhitung sejak tanggal ditetapkan,” kata Gama, Jumat (29/11).

Terhadap tersangka, jaksa penuntut umum menyangkakan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 junto Pasal 18 ayat 1 huruf (b) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Ancaman hukuman paling lama 20 tahun bui dan denda paling banyak Rp1 milyar. Yang bersangutan sudah diamankan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Jailolo,” katanya.

Pelaksana harian Kasi Intel Kejari Halbar Dimas Rangga, dikonfirmasi redaksi brindonews mengaku belum mendapat laporan. Dimas mengatakan, informasi menyangkut penahanan Aprilia Johike diketahuinya melalui grup internal. “Saya belum dapat laporan, coba konfirmasi ke Pak Gama. memang ada penahanan, tapi dengarnya cuman di grup-grup internal, pemberitahuan resminya saya belum dapat,” katanya. (red)
Komentar

Berita Terkini