|

KPU Halbar Rakor Tahapan Pilkada 2020



ASN Mulai Kampanye di Medsos

 
Rapat Koordinasi

HALBAR, BRN  - Kesiapan jelang tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) periode 2020 - 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halbar menggelar rapat kordinasi bersama Forkopimda dan stakeholder, di ruang rapat KPU, Hoku- Hoku, Kecamatan Jailolo, Rabu (13/11/2019).

Rakor dihadiri Kordiv Hukum Pencegahan dan Penindakan (HPP) Bawaslu Halbar, Aknosius Datang, Wakil Ketua I DPRD Robinson Missy, Kepala Kesbangpol Muhamad Syarif Ali, Dukcapil Halbar Rahman Ahmad, Kasat Intelkam Polres Halbar Iptu Rizky Yanuar Rernanda, Pabung 1501 Ternate/Halbar Mayor Inf. Nurcolis, perwakilan partai dan ormas.

Ketua KPU Halbar Miftahuddin Yusuf yang didampingi Devisi SDM Ramla Hasim, Devisi Hukum Maks Kurang, Devisi Teknis Abd Rahman Sulaiman, dan Devisi Logistik Riyanto Hasan mengatakan, tahapan Pilkada 2020 sudah dimulai dengan pendaftaran panitia penyelenggara pemilu tingkat Kecamatan (PPK). 

“Kami sudah membuka peluang untuk menjadi PPK, dan diharapkan kalian (organisasi atau lembaga swadaya masyarakat) dapat mengikuti guna dapat mengawasi jalannya tahapan pelaksanaan Pilkada 2020 nanti. Dan diharapkan dalam forum nanti ada hal-hal yang kurang dapat kita sharing untuk menjadi masukan kepada kami dalam melaksanakan Pilkada tahun 2020,"katanya. 

Sementara itu, Aknosius Datang mengakui, dalam setiap tahapan pilkada yang sementara berjalan, baik dari tahapan persiapan, tidak membatasi Bawaslu Kabupeten/Kota menjalankan fungsi pengawasannya. Sebagaimana Undang-Undang No 10 tahun 2016 tentang Legitimasi sebagai Penyelenggaraan Pengawasan.

"Karena dengan tidak adanya batasan kami dalam pengawasan setiap tahapan sesuai dengan informasi dari Bawaslu RI, jadi kami sudah menjalankan tugas tersebut,”katanya.

Pada kesempatan itu, Aknosius juga mengatakan,  tahapan pilkada yang sedang berjalan, ada beberapa aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemkab Halbar, dalam hal ini Kepala perwakilan Pemkab Halbar di Jakarta yang mengampanyekan salah satu atau kandidat tertentu di media sosial.

"Sehingga kami meminta klarifikasi kepada yang bersangkutan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat yang bersangkutan bisa datang untuk mengklarifikasi postingan-postingannya,"kata Ongki. (PN/red)

Komentar

Berita Terkini