|

Kejari Ternate Terima Uang Denda Kasus Korupsi Pengadaan Ketingting

Orang tua terpidana menyerahkan uang denda sebanyak Rp.200.000.000
TERNATE, BRN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate menerima pengembalian uang denda senila Rp.200.000.000 juta dari terpidana atas nama Erick Altert Pangkey dalam kasus korupsi pengadaan bantuan sarana kube nelayan untuk penaggulangan korban bencana sosial pada Tahun 2007.

Pengembalian uang denda senilai sesuai dengan surat perintah penyerahan denda nomor : Print-942/Q.2.10/Fu/11/2019 yang telah di terima oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ternate.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Ternate, Adri Eddyanto Pontoh kepada wartawan mengatakan terkait dengan penyerahan atau pengembalian uang denda sudah sesuai dengan dasar pasal 9 Koppres nomor 29 Tahun 1984 atau surat Jaksa Agung RI nomor : SE/009/JA/1983/12/September 1983 tentang cara penanganan uang denda dan biaya perkara. Sesuai dengan pertimbangan Mahkama Agung RI nomor : 2164.K/Pid. Sus/2010/11 Agustus 2011

“ Terpidana yang sudah memeperoleh kekuatan hukum tetap dan denda sebesar Rp.200.000.000 juta, sehingga hari ini, terpidana telah menyerahkan langsung kepada JPU Kejari Ternate, dan langsung di setor ke rekening Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” Kata Adri di ruang kerjanya Rabu (06/11/2019)

Adri menambahkan, kasus dugaan korupsi yang telah melibatkan terpidana atas nama Erick Altert Pangkey ini merupakan proyek kegiatan penanggulangan bencana alam dan kerusuhan pada Tahun 2007 di wilayah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) oleh Dinas Sosial (Dinsos) Maluku Utara (Malut).

“Dari proyek tersebut Dinsos Malut langsung menjalankan proyek tersebut ke wilayah Halut dengan program telah mengadakan bantuan sarana UEP nelayan sebanyak 20 unit ketinting yang telah di tender oleh CV. Idola Mandiri melalui kontrak nomor : 047/SPP-K/PPDKP-VII-2007/26 Juli Tahun 2007 dengan nilai kotrak sebesar Rp.589.234.000.000 yang sudah termasuk PPN,” Akunya

Dari proyek tender ini kata Endri, jangka waktu pelaksanaan sesuai Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) nomor : SPMK.144/KPA.Dinsos-MU/VII-2007/Juli Tahun 2007 selama 120 hari kalender atau harus selesai tanggal 23 Nopember 2007 tetapi kasus tersebut bermasalah sehingga terpidana atas nama Erick Altert Pangkey di periksa dan di tetapkan bersalah


“ Terpidana diputuskan masa hukuman 4 Tahun penjara dan denda sebesar Rp.200.000.000 juta," Tutupnya (Shl)
Komentar

Berita Terkini