|

Kasus Unras Telah Selesai

Kapolda Malut Brigjen Pol Suroto
TERNATE,BRN - Kasus Sugiarto A Hanafi korban Unjuk Rasa (Unras) di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate pada Rabu (25/9/2019) lalu yang di duga kena selongsong peluruh gas air mata tepat di mata korban dinyatakan selesai.

Kapolda Malut Brigjen Pol Suroto kepada sejumlah reporter,senin (11/11/2019) menjelaskan, korban sudah sehat, saat memberikan keterangan kepada penyidik, yang bersangkutan juga tidak tahu, benda apa yang kena di matanya.

Suroto menambahkan, saksi ahli dari kedokteran mengatakan benda yang kena di mata korban itu benda tumpul, tetapi tidak mengetahui secara pasti itu benda apa.

“Keterangan dari dokter ahli, itu benda tumpul, tidak tahu benda tumpul apa, yang jelas bukan karena peluru, bukan karena tembakan,” akunya.

Terpisah ketua tim yang menangani kasus Unras, AKBP Susanto mengungkapkan dalam kasus ini, pihaknya memeriksa sebanyak 50 saksi.

“50 saksi kita periksa, mulia dari mahasiswa, masyarakat yang ada di TKP, kepolisian termasuk korban,” Jelasnya.

Mengenai selongsong peluru gas air mata yang di berikan mahasiswa kepada Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda, pihaknya menegaskan tidak tahu dari mana mahasiswa mendapatkan.

“Peluru itu yang di berikan, tidak tahu dari mana mereka dapatkan,” Akunya

Susanto menegaskan, dalam kasus tersebut  tidak dapat di buktikan, korban kena selongsong peluru gas air mata, dan pihaknya menganggap kasus tersebut sudah selesai

“Kasus tersebut tidak dapat di buktikan, jadi kasus tersebut di anggap selesai"tutupnya.(Shl/red)

Komentar

Berita Terkini