|

Kades Togowo Angkat Bicara Soal Kasus Video “Mesum”

Andrias Goraai: Terkesan Ada Tendensi Lawan Politik

Andrias Goraai, Kades Togowo, Kecamatan Ibu Tabaru, Halmahera Barat. Foto ini diambil usai sang kades menjelani pemeriksaan di Polres Halbar, Senin (21/10) lalu. Dia dimintai keterangan menyangkut vidoe "mesum".
HALBAR, BRN - Kepala Desa (Kades) Togowo, Kecamatan Ibu Tabaru, Halmahera Barat, Andrias Goraai akhirnya angkat bicara soal dugaan keterlibatanya pada video “mesum” dengan terduga korban SB, seorang guru di salah satu taman kanak-kanak di Halmahera Barat (Halbar).

Sebelumnya, Andrias menjalani pemeriksaan di Kepolisian Resort (Polres) Halmahera Barat pada 21 Oktober 2019 lalu. Kades di periksa bersama salah seorang perempuan insial IY.

Pada kasus ini kades diduga aktor utama atau pemeran video “mesum”, sedangkan IY di periksa atau dimintai keterangan soal penyebaranluasan video. Video berdurasi 18 detik itu memperlihatkan seorang perempuan yang diduga insial SB menghisap Mr. P salah seorang pria. Pria dalam video tersebut diduga AG.

Semenjak beredarnya video tersebut sontak warga setempat resah, apalagi SB adalah noabenenya guru. Andrias mengatakan, secepatnya memdapat titik terang progres penanganan kasus yang melibatkan namanya. Kaitan laporan masyarakat lantaran resah beredarnya video “mesum” tersebut.

“Sementara saya masih tunggu perkembangan kasus ini. Karena sudah masuk ranah hukum, biarlah hukum yang menjelaskan kita tidak bisa mengatur biarlah kepastian hukum yang menentukan, karena semua keterangan sudah jelas di polres. Jika nantinya tidak terbukti saya tentunya tidak bakal tinggal diam, tetap memproses hukum bagi pihak-pihak terkait karena ini menyangkut nama baik saya sebagai pemimpin desa,” kata kades, saat disambangi di Kantor Bupati Halbar, Senin (18/11).

Menurut kades, laporan dugaan video “mesum” ke polisi terkesan bermuatan politis. Sentimen pemilihan kepala desa (pilkades) Togowo beberapa waktu lalu penyebab dibalik laporan itu.

“Jadi soal kasus ini kesannya jebakan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, dan target mereka agar saya turun dari jabatan. Dimana saat itu (pilkades), saya sendiri peraih suara terbanyak hanya selisih satu suara dengan lawan saya,” katanya.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Halbar, Iptu Rasid Usman dikonfirmasi mengatakan, penyidik masih mendalami kasus tersebut, termasuk mencari tahu siapa pengambil video maupun perekam video “mesum” tersebut.

“Sementara masih kita dalami karena info terakhir untuk yang pameran perempuan dalam video itu saat ini juga sudah tidak berada lagi di desanya,” katanya. (haryadi/red)
Komentar

Berita Terkini