|

Galian C di Bobong Diduga Belum Kantongi Izin


Galian C di Kota Bobong

TALIABU, BRN - Galian C yang diduga tidak mengantongi izin mulai marak di Kabupaten Pulau Taliabu, salah satunya di Bobong Taliabu Barat.

Kepala Bidang Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pulau Taliabu, Ilham Dg. Matille menyatakan bahwa penerbitan izin galian C bukan lagi kewenangan Dinas PMPTSP. Melainkan kewenangan Badan Keuangan, yang mengacu Perbup Pulau Taliabu No 2.b Tahun 2017 tentang Pelimpahan Kewenangan Pengelolaan dan Penandatanganan Perizinan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu."

Izin galian C itu bukan di kami. Coba kamu kroscek di keuangan pendapatan karena surat pelimpahan kewenangan galian C itu tidak ada lagi di DPTMPTSP, "katanya.

Lanjutnya, memang di sini pelayanannya sat pintu, namun tidak semua izin diterbitkan oleh daerah karena ditakutkan jangan sampai izin galian C kewenangannya provinsi.

Ditemui terpisah, Kabid Pendapatan BPKAD Pultab,masni Hj layou mengatakan, izin galian C bukan kewenangan pihaknya, tetapi kewenangannya DPMPTSP."Untuk izin galian C semua di limpahkan ke DPMPTSP sebab di situ pelayanannya satu pintu. Jadi di situ semua perizinan, "singkatnya.

Amatan media ini, kegiatan galian C yang  diduga belum berizin itu dijumpai di hampir sepanjang Jalan Bobong-Kramat.   

Ketua Satuan Siswa, Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Pulau Taliabu, Farik Hi  menyesalkan kegiatan galian C yang diduga belum ada izin itu. Menurutnya, selain mempengaruhi pendapatan asli daerah (PAD), juga mengganggu pemandangan Ibu Kota Pulau Taliabu,  dan sering memicu banjir yang  akan berdampak negatif terhadap warga sekitar galian.

"Selain merusak wajah ibu kota Pultab, Galian C yang diduga ilegal tersebut juga sering mendatangkan bencana saat musim hujan, salah satunya banjir serta tergenangnya air bercak merah yang merendam rumah warga yang pemukimannya dekat galian tersebut,"katanya.

Padahal, kata Farik, sebagai warga negara yang baik, harus menghormati peraturan perundang- undangan yang berlaku. Salah satunya, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang  Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Kalau memang ada dugaan galian C nya ilegal, maka Pemda harus tertibkan dan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Taliabu Barat juga harus presure persoalan ini dan ditindak dengan tegas,"pintanya.(Her/red)
Komentar

Berita Terkini