|

DPC Gerindra Haltim Gelar Uji Kelayak Bakal Calon

Machmud Esa: Kader Partai Bisa Jadi Tidak Diprioritaskan

Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Timur,  Mohammad Abdu Nasar-Asis Ajarat (Monas) saat memaparkan visi-misi dalam hajatan fit and proper test DPC Partai Gerindra Halmahera Timur.
TERNATE, BRN - Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya ( DPC Gerindra) Kabupaten Halmahera Timur melaksanaksan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap sebelas bakal calon bupati dan wakil bupati yang mendaftar sebagai peserta pemilihan kepala daerah atau pilkada Halmahera Timur.

Ketua DPC Gerindra Halmahera Timur (Haltim), Abdul Latif Mole menjelaskan, fit and proper test kali diikuti tambahan dari dua pengurus cabang, yaitu DPC Gerindra Halmahera Utara dan tambahan nama bakal calon dari DPC Kota Ternate.  “Untuk Kota Ternate sudah ada uji kelayakan dan kepatutan sebelumnya, nama-nama yang ikut hari ini hanya tambahan dari sebelumnya,” katanya.

Menurut Abdul, para bakal calon kepala daerah (balon kada) nantinya disaring dalam beberapa tahapan, salah satunya fit and proper test. Dari uji kelayakan ini selanjutnya dilakukan rapat pleno penetuan siapa balon kada yang akan didorong ke Dewan Pimpinan Pusat atau DPP. “Nanti di Jakarta akan ada uji kelayakan di DPP sebelum rekomendasi partai dikeluarkan,” kata Abdul saat disambangi di Hotel Grand Majang, Sabtu (30/11) sore.


Wakil rakyat Haltim aktif ini mengatakan, dari sejumlah nama yang mendaftar di Gerindra semuanya punya tanggungjawab dan komitmen membangun daerah. Pelayanan dasar maupun aspek pembangunan infrastruktur nampak tergambar dalam visi misi masing-masing balon yang masuk penjaringan. “Visi-misi mereka sangat strategis. Menurut saya selaku ketua dpc ini merupakan langkah maju bagaimana membangun Haltim,” tandasnya.


Ketua DPC Gerindra Halmahera Utara (Halut) Arifin Abd. Rahim menambahkan, maksud uji kelayakan dan kapatutan agar dapat ditentukan poin untuk rekomendasi. “Meskipun penentuan calon yang akan direkomendasi ada di DPP. Namun ditahapan fit and proper test ini ada catatan-catatan nantinya dipegang setiap ketua dpc, dan tahap berikutnya ketua dpc dipanggil memdampingi ketua dpd/dpw untuk mempresentasikan nama-nama yang didorong ke DPP,” katanya.

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Maluku Utara Machmud Esa mengatakan, sesuai imbauan atau anjuran DPP hanya tiga nama yang diajukan. Dari tiga nama ini bisa jadi person dan berpasangan atau paket. “Setelah selesai fit and proper test, berikutnya panitia melihat hasil kemudian mengambil keputusan siapa yang layak diajukan sebagai perwakilan dari Partai Gerindra lalu diajukan ke DPP. Soal siapa nanti didukung pada 2020 itu kewenangan pengurus pusat,” katanya.

Momentum 2020 sendiri Gerindra dianjurkan mendorong kader partai. Meski begitu, Machmud mengemukakan, kader partai bisa jadi tidak diprioritaskan sepanjang itu tidak punya kemampuan dan memenuhi syarat partai.

Menurut Machmud, ada dua kader partai maju bertarung pada Pilkada Haltim, yaitu I Nyoman M. Antara maju sebagai calon bupati dan Abdul Latif Mole sebagai calon wakil bupati. Keduanya boleh saja mendapatkan dukungan kalau saja memenuhi beberapa aspek, salah satunya komitmen dan finansial. “Keduanya ikut uji kelayakan dan kepatutan, tapi nanti kita lihat. Tapi kalau kader yang dimaksudkan itu tidak ada, ya kita tidak bisa paksakan,” katanya.

Muhammad Bin Taher menambahkan, yang menjadi penilaian DPP tentu sangat relatif terutama visi dan misi. Kepala Departemen Advokasi Hukum DPP Gerindra ini mengatakan, fit and proper test biasanya dilakukan setiap partai politik dan merupakan salah satu ketentuan menjajaki integritas dan komitmen para kandidat terhadap daerak yang akan dipimpinnya.

“Ketentuan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kompetensi dan kapabilitas  baik calon bapati, wakil bupati, wali kota maupun wakil wali kota. Selain itu, hampir disemua daerah yang berhajat di 2020, Gerindra pada posisinya harus butuh koalisi. Karena itu tidak salah kalau misalnya calon bupati/wali kota dari Gerindra mengambil wakilnya dari partai lain. begitu juga sebaliknya,” katanya. (brn)
Komentar

Berita Terkini