|

Bantuan Disperkim Dikeluhkan Warga

Rumah Peserta Penerimah Bantuan

Taliabu,BRN- Niat baik  Dinas Perumahan dan Pemukiman ( Disperkim ) Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) tuk memberikan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya ( BSPS )  kepada 17 warga di Desa Wayo hingga saat ini tak ada kejelasan sama sekali, hal ini diutarakan langsung oleh Ardi Syahrun selaku Ketua Kelompok penerima Rumah Tak Layak Huni (RTLH) kepada reporter,Jumaat (15/11/2019).

Bukan hanya tak ada kejelasan Ardi juga menduga ada permainan oknum - oknum yang tak bertanggung jawab. Betapa tidak, penyaluran bantuan yang seharusnya di ketahui oleh Ketua Kelompok penerima BSPS sebagaimana mekanisme yang berlaku saat ini terkesan tertutup penyalurannya, ucapnya.

Kata dia, berdasarkan data kelompok di desa wayo penerima BSPS berjumlah 17 orang, namun sampai sekarang dirinya juga sudah tidak tahu atas bantuan tersebut, di karenakan penyalurannya sudah di ambil alih oleh desa setempat.

" katong kalau data dari bupati itu 17 orang, cuman saya su tidak tau hal, barang dorang desa su ambil alih ulang, jadi torang yang 17 orang ini su tidak tau masih di pake atau tidak, masih dapa atau tidak barang ini” katanya.

Ardi juga menambahkan bahwa penyaluran bantuan tersebut dalam bentuk barang bukan uang dan dari 17 orang sudah 2 orang yang terima dan itu barusan papan. " yang sudah dapat itu barusan 2 orang, tapi itu barusan papan sedangkan yang lain belum terima sama sekali, "Sesalnya.

Terpisah Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Pulau Taliabu, Arwin Tamimi, saat di sambangi media ini beberapa hari lalu menjelaskan bahwa, bantuan tersebut bersumber dari APBN yakni Dana Alokasi Khusus ( DAK ) yang peruntukannya khusus kepada masyarakat yang telah bentuk kelompoknya oleh desa dengan maksimal 20 orang per kelompok.

Lanjutnya, bantuan tersebut dalam bentuk uang, dengan besaran 22 juta per orang,namun mekanismenya setiap orang tidak langsung menerima uang cash. Sebab uangnya di transfer ke rekening kelompok dulu dan selanjutnya di transfer ke rekening toko.

" jadi 1 orang sekitar 22 juta sekian untuk rehab rumah dan 1 kelompok maksimal 20 orang,  uang tadi masuk di masing - masing kelompok, nanti kelompok ini ada fasilitator dia mulai hitung orang ini punya atap, dinding, lantai atau dinding lantai saja yang di rehab tentu biayanya beda - beda. Dan Mekanismenya masyarakat tidak terima uang begitu dana masuk ke rekening kelompok langsung di transfer ke rekening toko supaya dorang suplay bahan, " jelas Armin sambil tegaskan, Setiap orang tidak bisa mengabil uang kontan, mereka hanya bisa mengambil upah tukang.

Perlu diketahui, tata cara penyaluran BSPS telah diatur dalam Peraturan Menteri PUPR Nomor 07/PRT/M/2018 tentang Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya. (her/red)

Komentar

Berita Terkini