|

Polisi Tangkap 6 Warga Halsel


Tiga Unit Longboat Yang Diamankan Polisi

TERNATE BRN – Sebanyak enam warga Kabupaten Halmahera Selatan akhirnya di amankan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Maluku Utara (Malut), yang diduga pelaku Destructive Fishing dengan menggunakan Bahan Peledak (Bom) bertempat di perairan Tanjung Garango Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Kabid Humas Polda Malut AKBP Yudi Rumantoro mengatakan, kejadian tersebut berawal dari laporan, bahwa ada tiga longboat melakukan aktivitasn pengeboman ikan di perairan Paramasang, Tanjung Gorango.

Setelah menerimah laporan dari masyarakat, Personel Dit Polairud Marnit Bacan dan Personel KP XXX-2003 langsung melaksanakan Patroli gabungan menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Tanjung paramasan, Kata Yudi dalam konfrensi Persnya di Mapolda , Selasa (29/10/2019).

“ laporan Masyarakat langsung di tindaklanjuti ke lokasi untuk mengkroscek apakah benar atau tidak ada aktivitasn pengeboman ikan”.

Yudi menambahkan,pukul 08 : 20 WIT bertempat di Perairan Tanjung Gorango, polisi melihat longboat yang mencurigakan kemudian dilakukan pengejaran dan hasilnya mengamankan, satu unit kapal longboat yang terdapat dua orang terduga pelaku bom ikan.
Pukul 09 : 25 WIT Polisi kembali menangkap satu unit longboat dan empat orang terduga pelaku bom ikan, proses penangkapan pelaku membuang tas yang diduga berisi bom kelaut sehingga polisi melakukan pencarian/penyelaman dengan kedalaman 10 meter dan berhasil menemukan barang bukti bom tersebut,”. Akunya

“ Polisi berhasil mengankan 3 longboat, pelaku serta berang bukti berupa bom yang sebelumnya di buang ke laut”.

Di tangan tersangka kata Yudi, Polisi berhasil amankan barang bukti berupa Longboat dua unit mesin 40 PK, dua unit kompressor, 9 bom botol, Kolbox delta 6 unit dan Ikan 150 kg serta terduga tersangka yang berinisial inisial IA alias Ifan, USS alias US, AD alias Mad dan SLU alias Man. Kemudian satu orang dari Amasing Kota, Kecamatan Bacan berinisial LY alias Dodi dan 1 orang lainnya merupakan warga Desa Kubung, Kecamatan Bacan Selatan berinisial SL alias Udin.

Atas perbuatan tersebut, ke-6 terduga tersangka ini dijerat dengan pasal 1 ayat 1 UU darurat RI No.12 tahun 1951 dan UU RI dahulu No.8 tahun 1948 dan pasal 84 ayat (1) UU 31 tahun 2004 tentang perikanan yang telah diperbaharui oleh UU No.45 tahun 2009 jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana dengan ancaman 6 tahun penjara.

“Saat ini ke-6 tersangka masih ditahan di Halsel untuk dilakukan pemeriksaan secara maraton oleh penyidik,” Tegasnya dan mengakhiri (Shl/red)

Komentar

Berita Terkini