|

Polisi Amankan 6 Tersangka Penangkap Hewan Dilindungi "Penyu"

Tersangka dan Barang Bukti Yang Diamankan Direktorat Polisi Perairan dan Udara
 (Polairud) Polda Maluku Utara  

 TERNATE BRN - Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Maluku Utara (Malut) berhasil mengamankan 6 tersangka kasus dugaan penangkapan hewan yang dilindungi, penyu di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Provinsi Malut.

Direktur Polairud Polda Malut AKBP R. Djarot Agung Riadi mengatakan, penagkapan tersebut awalnya bersumber dari laporan masyarakat pada Jumat (10/10), bahwa ada masyarakat dari Buli Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) melakukan penangkapan penyu di perairan, Safa Pulau Gebe.

Dari informasi tersebut dikembangkan dan pada pukul 10 : 30 WIT personel Marnit Gebe langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan akhirnya mengamankan 10 tersangka. Setelah dilakukan penyelidikan dari 10 tersangka tersebut hanya 6 yang di jadikan tersangka karena mereka terlibat langsung sedangkan 4 lainya sebagai jadi saksi karena mereka hanya menjaga hasil tangkapan dari 6 tersangka," kata Agung didampingi Kabid Humas Polda Malut AKBP Yudi Rumantoro saat menggelar konfersi pers, Senin (14/10/2019).

Lanjut Agun, dari hasil siataan barang bukti (BB) 19 penyu 18 diantaranya sudah di cacah dan satu ekor penyu masih dalam keadaan hidup.

" sebanyak 6 tersangka dan BB yang dikawal dan langsung diamankan di markas unit Polairud Gebe untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dari 6 tersangka pelaku penangkapan penyu dengan modus yang digunakan memanah dan menembak," Jelasnya

Enam tersangka dan Barang Bukti 
Agung menambahkan dari 6 tersangka ini terbagi beberapa peran, Antonius Kaoci alias Anton berperan sebagai kordinator, Metusail Kaoci alias Metu menangkap 9 ekor penyu, Jouheis Koaci alias Jon menangkap 3 ekor penyu, Bernadus Maliate alias Boriki menangkap 2 ekor penyu, Lianus Maliate alias Make menangkap 1 ekor penyu dan Timotius Kolora alias Titus mengkap 4 ekor penyu.

"Semua tersangka Memiliki peranya masing-masing, sedangkan Ronis koaci, Elianus, Kalep dan jhon mereka sebagai saksi karena tugasnya hanya menjaga," Ungkap Agung.

Agung menegaskan ke 6 tersangka di kenakan pasal 40 ayat (2) Jo pasal 21 ayat (2)huruf (a) dan (B) Undang - Undang RI Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dan pasal 55 ayat 1 ke KHUP pidana ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp 100.000. 000. (Shl/red)

Komentar

Berita Terkini