Pendemo Desak Kejati Tetapkan Wali Kota Ternate Sebagai Tersangka

Editor: brindonews.com
Demo Didepan Kantor Kejati Malut 


TERNATE BRN – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Gerakan Aspirasi Publik (GAP) Maluku Utara (Malut) kantor  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut dalam rangka menggelar aksi pembebasan lahan water Boom yang diduga melibatkan Wali Kota Ternate Buhan Abdurahman.

Kordinator aksi Nurholis Mahmud mengatakan, kasus dugaan korupsi lahan waterboom yang diduga melibatkan orang nomor satu Kota Ternate merugikan negara senilai Rp.3,3 Miliar seakan hilang tanpa ada alasan hukum yang jelas.

Menurutnya, Kejati Malut harusnya menetapkan Wali Kota ternate Burhan Abdurahman sebagai tersangka dan segera melakukan penanahan, sebab dalam kasus waterboom yang bersangkutan diduga terlibat.  

“Kasus waterboom di duga kuat melibatkan Burhan Adbdurahman tetapi kasus yang di tangani Kejati Malut itu, hilang begitu saja tanpa ada alasan hukum yang jelas,” Teriak Nurholis di depan kantor Kejati Malut, kamis (31/10/2019).

Sekedara diketahui berdasarkan salinan putusan Peninjauan kembali (PK) dengan nomor : 147 PK/PID.SUS/2014 dikatakan bahwa, terdakwa Isnain Ibrahim dan terdakwa Ade Mustafa bersama-sama dengan walikota Dr Burhan Abdurahman dan mantan wakil walikota Arifn Jafar menyepakati pengadaan tanah Hak Guna Banguna (HGB) 01 Kelurahan Kayu merah yang tidak jelas dalam status tanah tersebut hingga merugikan negara sebesar Rp 3,3 milyar (Yanto/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini